Istri Lima Belas Ribu
Karena Fani tidak suka aku memanggilnya dengan sebutan ember 'mas', maka kuganti panggoilan menjadi Umar, saja.
“Jangan sembarangan kamu, Nia. Kamu tahu apa tentang tata cara khitbah? Kamu tahunya bersolek saja!” Nada bicara Umar semakin meninggi. “Aku kasih tahu, ya? Khitbah itu, seseorang telah datang mengajak wanita untuk menjalani proses perodohan. Kemarin itu, adikmu sudah saya khitbah, paham?”
“Tapi khitbah bisa sah jika atas kesepakatan bersama, Umar. Dan kami tidak mau Fani dijodohkan sama kamu.”
Bab Populer