(Bukan) Istri Pelarian
"Kata siapa hatinya tetap kepadamu? Mbak, maaf ya, dalam agama kita, bukti cinta adalah menikah. Untuk apa kamu dicintai olehnya, tapi aku yang dinikahi olehnya. Berarti cintanya lebih besar padaku dari pada kepadamu, mbak."
Viana diam membeku. Hatinya memanas, Syifa benar-benar menembak tepat dibagian dadanya, hingga Viana pun kesulitan bernafas karenanya. Pandangannya pun teralih pada Furqon yang hanya diam saja ketika istrinya berbicara.
"Furqon," panggil Viana.
"Hm."
"Kamu ...."
"Maaf ya, mbak. Kalau mau cari ribut, silahkan pergi dari rumah saya," ucap Syifa dengan suara lantang.
Bab Populer