Rindu yang Lupa
Titin Widyawatifirasat tiba tiba sedihlirik menangis dijalan pulangcerita ngesek nikmatcerita mendesah nikmat
Kepalanya menggeleng-geleng.
“Kak Fira, kita salah kiblat?” Caca merasa tidak nyaman. “Ayo salat lagi! Ikut Ibu.”
Lala menatap kedua kakaknya tidak mengerti.
Fira tidak merespon kedua adiknya, ia tetap berdiam diri di tempatnya, mendongakkan kepala, menatap langit-langit ruangan, mengangkat kedua belah tangan. Berdoa. Wajahnya amat sangat lugu, bersih dijatuhi neon yang tidak terlalu terang. Mukenah yang dipakainya miring, ikatannya pun tidak kuat. Namun suaranya membuat Ibu terpingkal usai mengucapkan salam. “Ya Allah ampuni dosa Ibuku, janganlah Engkau marah jika Ibu salah kiblat! Ibu sudah tua kasihan jika mendapatkan dosa lagi, biarlah dosa-dosa Ibu Fira yang menanggung.”
人気のチャプター