Desahan di Kamar Pembantu
“Ya. Itu lebih mudah, kan?”
“Dasar tidak tahu malu!” Indira membentak untuk pertama kalinya, membuat Bara sedikit terkejut. “Saya manusia, bukan barang! Saya punya harga diri, meski saya cuma pembantu di rumah ini! Apa Tuan pikir karena saya miskin, saya bisa dijual murah begitu saja?”
Bara tersenyum kaku, lalu mendengus. “Harga diri? Indira, harga dirimu sudah hilang sejak saya menyentuhmu pertama kali.”