PELUKAN PANAS SANG PRESDIR
"Saya hanya berpikir bahwa kesempatan harus dimanfaatkan dengan bijaksana, tuan. Terkadang, kita perlu lebih proaktif jika kita benar-benar ingin mendapatkan apa yang kita inginkan."
Marven menghela napas, matanya kembali terfokus pada laptopnya, namun pikirannya jelas melayang jauh. Ben memang benar dalam satu hal—kesempatan tak datang dua kali. Tetapi, apakah ini benar-benar kesempatan yang tepat? Marven tak yakin.
“Ben, jangan pernah lupa siapa tuanmu,” jawab Marven dengan nada yang kembali tajam, namun juga seperti peringatan halus.
ตอนยอดนิยม