Suamiku Jadul
Aku terus berjalan di belakang Bang Umar.
"Hei!" terdengar teriakan orang, lalu senter mengarah ke kami.
"Kami pencari katak, Bang?" kata Bang Umat.
"Oh, di sana banyak, dari tadi nyanyi terus kataknya," kata pria itu.
Wajahku disenter pria tersebut.
"Wah, kalian bahwa cewek?" katanya.
"Hehehe, iya, Bang,"
"Sini dulu minum kopi," kata pria tersebut.
Capítulos Populares