Impian Keluarga Bahagia
Katia langsung bersikap marah pada saat itu juga dan berkata dengan nada suaranya yang dingin, "Auster, jika kau pikir orang-orangku terlalu lambat, maka kau bisa masuk sendiri atau lebih baik kau tutup saja tutup mulumu sendirit."
Auster menatap tajam wajah Katia, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Saat itu, di atas puncak gunung yang jauh, deru suara guntur mulai bergema. Kemudian, kelompok orang itu mulai melihat badai yang berisikan awan guntur yang entah kenapa pada saatt itu tengah menyatu di langit yang malam. Badai telahmembentuk pusaranangin yang kuat, di dalam pusaran itu terdapat segudang petir yang berkeliaran seperti naga putih-perak panjang.
Hot Chapters