Pelangi di Langit Malam
Sinar matanya terlihat bersimpati pada perasaan Daya.
Belum lagi selesai pikiran Daya mencerna maksud dari untaian kata-kata ungku, bagian yang lebih menyakitkan pun menyusul dilantunkan ungku. “Belum lagi gayanya Ir, kau kira aku tak lihat, lemah gemulai seperti anak gadis. Kau ikutkan dia karate, taekwondo, silat, atau apalah Ir, yang melatihnya jadi laki-laki. Malu kita dibicarakan orang satu kota ini nanti”, ungku masih dengan suara lantang.
Hot Chapters