Cinta yang Angkuh
Sekitar tengah hari, di sebuah restoran terkenal, Kirana berjalan menuju meja di sudut paling jauh tempat mantan kekasihnya menunggu.
“Silakan duduk, Kirana.”
Nico kasih isyarat agar dia duduk di kursi di hadapannya. Saat menatap Kirana, kenangan masa lalu kembali muncul di benaknya.
“Ada urusan apa?”
Pertanyaan itu terdengar begitu dingin, seolah mereka cuma orang asing.
“Kedengarannya sangat asing, yah. Rasanya kayak kita nggak pernah saling kenal. Tapi jelas saja, aku bukan lagi pria yang kamu cintai, kan?”
Bab Populer