RAHASIA IBU
hardiknya, hingga membuat beberapa orang yang berada di ruangan itu menatap kami.
“Anda jangan coba-coba menghina ibu saya Nyonya,” belaku. Ia sudah berani menghina Ibu. Sekarang aku bukan pembantu, jadi ia tak bisa semena-mena padaku.
Mata perempuan itu terbelalak, melihat keberanianku melawannya. “Apa kamu bilang?”
“Ibu saya memang kampungan, tetapi dia lebih terhormat daripada Anda.” Kutantang mata tajam itu. “Ia tidak pernah mengambil suami orang, atau memisahkan seorang anak dengan ayahnya.”