Bakti Seorang Menantu
Aku sengaja duduk ditepi ranjang samping Ibu, agak jauh sih, tapi aku dapat melihat wajah Mas Rahman di ponselku.
Tapi saat aku mendengarnya, jika kita menyakiti hati Ibu mertua, tidak akan ada maafnya, sama halnya dengan Ibu tiri. Aku langsung takut dengan itu semua. Dan untungnya aku percaya pada takdir Allah. Yang sekarang aku alami adalah kehendaknya. Aku hanya perlu menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Karena diluar sana masih banyak menantu yang nasibnya lebih tragis dariku. Meski mulut Ibu setiap bicara selalu bengis, tapi Ibu masih selalu perhatian padaku. Terima kasih, Bu. Meski mulut Ibu setiap bicara selalu bengis, tapi Ibu masih selalu perhatian padaku. Terima kasih, Bu. Meski
Bab Populer