Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an

"Kita sudah mencoba semua restoran bebek panggang di ibu kota. Hanya restoran ini yang mendapat pengakuan dari Ibu. Kalau bukan Ibuku yang disebut rewel, siapa lagi yang pantas disebut begitu di dunia ini?" Melissa memasang wajah seolah marah, "Peter, lihatlah anakmu ini!" Peter hanya menghela napas tidak berdaya. "Jangan libatkan aku. Aku nggak sanggup jadi hakim yang memutuskan perkara kalian berdua!" Kak Johan juga ikut bergurau. "Menurutku, lebih baik biarkan Ibu dan David bertengkar, kebetulan bisa jadi bahan tontonan Lina dan Alicia."
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Jelajah Jelita

Jelajah Jelita

“Hhhhmmm… kenapa sih Ibu selalu begitu?” “Lho, memangnya maksud kamu Ibu selalu bagaimana? Apa Ibu salah, ya?” Ibu Jelita merasa diprotes oleh anak tertuanya. “Kenapa sih Ibu selalu begitu? Begitu menenangkan, begitu halus, begitu lembut, dan begitu sabar. Jelita kan jadi terharu, Bu! Hahaha,” Jelita menitikan air matanya lantaran terharu oleh sikap Ibunya yang tidak pernah menggurui ataupun menuntut. Ibunya percaya bahwa semua orang menjalani waktunya dan porsinya masing-masing, sehingga menurutnya hidup ini bukanlah sebuah kompetisi untuk membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain. Jelita memeluk erat Ibunya dan mengucapkan beribu rasa terima kasih.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Kakakku Pelakor

Mereka Bilang Kakakku Pelakor

kata ibu sambil tersenyum tipis saat melihat wajah Kia yang sudah siap memuntahkan lahar. “Kia ihlas kok, ihlas banget malah.” “Ihlas itu tidak usah dikatakan keras-keras dan tidak perlu memasang wajah cemberut begitu,” kata sang ibu dengan senyum bijak. Kia mengambil kembali makanan di piring sambil bergumam kalau ibunya terlalu baik.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah

"Setelah ketiga peserta selesai, bolehkah aku ikut? Yang aku lakukan pasti akan lebih baik daripada wanita busuk ini. Setidaknya, aku nggak akan membuat ibuku, suamiku, dan putraku membenciku." Aku mengingat wajah orang yang berbicara itu dan tersenyum tipis. "Nggak ada yang ingin aku katakan. Mari kita mulai saja." Ibuku adalah orang pertama yang duduk di bangku persidangan. Wajah ibuku memerah karena terlalu antusias. "Halo semuanya, aku seorang ibu tunggal." "Agar putriku bisa belajar dengan baik, aku mengambil tiga pekerjaan dalam sehari."
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Kasih Ibu, Dosa Ibu

Kasih Ibu, Dosa Ibu

"Pak polisi, saya nggak bersalah! Saya nggak tahu anakku bisa jatuh ...." Aku tertawa marah dan mengumpat padanya. "Kamu nggak tahu? Kamu kuliah pendidikan anak usia dini. Kamu nggak tahu anak tiga tahun bisa ditinggal sendirian di rumah atau nggak? Kamu bahkan menguncinya di balkon!" "Soraya, kamu nggak pantas jadi ibu Leo! Membusuklah di penjara! Aku akan menuntut sampai tuntas!"
10.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Kontrak Hasrat Tuan Presdir

Kontrak Hasrat Tuan Presdir

Ia masih menanti reaksi sang ibu. "Istrimu itu tak bisa memasak. Perempuan pemalas seperti itu mana bisa membuat menu seperti ibu. Masa air saja pancinya sampai gosong!" Setengah menggerutu Katrina menyampaikan itu. Jika dulu Rama akan percaya untuk kali ini entah kenapa pria itu meragu dengan ucapan ibunya sendiri. Ingatan di kepalanya jelas bertentangan lagi. Artinya, memang ada yang salah di sini. Entah ibunya yang mengada-ada atau Rama yang berhalusinasi.
1087.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

Kembar Dua: Daddy, Berhenti Mengganggu Mommy!

Dan tubuh kurus itu kini sedang membereskan sisa cemilan si kembar di dapur, mengelap meja, masih dengan pakaian yang belum diganti. “Kau tidak capek?” tanya Matt pelan, memecah kesunyian. Kate menoleh dan memberi Matt senyum kecil, lelah sekaligus lembut. “Aku sudah terbiasa. Menjadi ibu memang seperti ini. Tidak ada kata capek.” “Tapi pasti, merasakan capek,” Matt menimpali, suaranya nyaris seperti gumaman. “Matt,” Kate menegurnya lembut, seolah ingin berkata bahwa ia baik-baik saja.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Toxic Boss

Toxic Boss

sahut Mbok Nah seraya mengusap perut Kania. Menjadi seorang ibu adalah anugerah untuk Delina dan Kania. Meskipun sosok ibu adalah seorang wanita biasa. Dia bisa merasakan amarah, kesedihan, bahagia, terkadang kecewa, dan lain sebagainya. Tapi di balik semua itu, ibu memiliki jiwa yang sangat hebat. Bak kesatria bagi semua anaknya. Bagaimana tidak, selama sembilan bulan penuh ibu mengandung, melahirkan dengan taruhan nyawa, merawatmu sejak kecil dari pagi hingga petang, tanpa ada rasa mengeluh sama sekali. Mbok Nah sangat takjub melihat Delina dan Kania.
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

kata Bude Darmi lagi. “Mbak, terima kasih ya, sudah mau dititipin mukena. Aku harus masak. Dinis belum makan,” kata ibu sambil berlalu ke dalam. “Kamu kalau sudah besar diatur orang tua mau ya, Dinis! Itu lihat ibu kamu! Nasibnya terlunta-lunta. Kamu ikut dibawa sengsara. Kalau dapat pegawai negeri seperti aku, kamu akan bahagia. Lihat itu Mbak Fariha, senang ‘kan hidupnya?” Bude darmi memang selalu membanggakan kemewahan Mbak Fariha, anak perempuan semata wayangnya yang sekarang duduk di bangku SMP.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 704 kali sebagai kata kata seorang ibu
Baca
+Pustaka
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Gayanya santai dan malas, pria itu diperlakukan seperti sofa manusia, dia bersandar dengan nyaman dipelukannya, bahkan melipat kedua kakinya dan berkata, "Nona Kalana, biasanya kamu lemah tak berdaya, tapi cepat juga kamu lari sambil gendong anak ke sini, baru saja panggilan selesai, kamu sudah tiba!" Kalana tidak bisa menyembunyikan kebenciannya pada Pamela dari wajahnya, dia memaksakan senyuman sambil berkata, "Wanita kuat bernama Ibu. Kak Lala, kamu belum pernah menjadi seorang Ibu, kamu nggak mengerti kalau Ibu punya kekuatan yang luar biasa!" Wanita kuat bernama Ibu? Dia tidak pantas!
9.51.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.0K kali sebagai kata kata seorang ibu
Tampilkan Ulasan (267)
Baca
+Pustaka
Kiara Almira Gayatri putri
thor tolong ceritanya jgn berbelit belit. jd bikin bosen & males lama² bacanya. masa Agam yg segitu pintarnya bisa gatau kelicikan kalana. saya kira pas ketemu Pamela lsg ketauan itu anaknya Agam trnyata diputer puter lg ceritanya. diperpanjang ceritanya Pamela & Agam tau ulah kalana & bales kalana.
Amalina Mohd Salleh
Mahu nya kemajuan dalam hubungan pamela dengan agam...Mahu juga status keluarga kandung pamela terungkai dengan cepat...mahu juga tahu gimana cara agam lepas dari kalana dari status 'penyelamat' itu . jangan perbanyakan peran sampingan lebih dari peran utama . peran rembulan dan juga peran Moon ???
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status