Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
“Sejak malam itu, waktu kamu minum air di dapur, sambil ngelirik aku pakai gaun bewarna beige itu, kamu udah mulai goyah.”
“Cukup!” bentakku pelan namun tajam. “Kalau kamu ngomong satu kata lagi, anggap aja kamu nggak usah kerja lagi!”
Dia terdiam sejenak, lalu berbalik menuju pintu. Tapi sebelum pergi, dia meninggalkan satu kalimat terakhir.
“Kak, suamimu itu bukan orang seperti yang kamu kira.”
Jantungku seketika bergetar. “Maksud kamu apa?”