Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Bukan untuk menantang, hanya memastikan setiap kata sampai tanpa salah tafsir.
“Tapi karena laki-laki yang butuh mengontrol perempuan, biasanya justru takut sama perempuan yang nggak bisa diatur,” kata Anindya pelan, sarkasnya tipis tapi menghantam.
Untuk sepersekian detik, wajah Elea kosong, lalu retak.
Perempuan itu membuka mulut, menutupnya lagi. Rahangnya mengeras. Matanya berkilat bukan oleh air mata, tapi oleh sesuatu yang jauh lebih berbahaya, amarah yang kehilangan kendali.