เข้าสู่ระบบAnna mengalami malam pernikahan yang kelam, diikat dan dipaksa menyaksikan perbuatan suaminya di dalam kamar pernikahannya. Kemudian pergi begitu saja dengan meninggalkan segepok uang. Datang Eldwin, pemuda berusia 18 tahun yang membantu melepaskan ikatan tangannya. Kondisi yang terikat dan mengenakan busana malam dan segepok uang itu membuat Eldwin salah paham. Ditambah Anna menyembunyikan kenyataan apa yang sebenarnya terjadi di malam itu antara Anna dan suaminya yang kabur. Tiga tahun kemudian Anna dipertemukan lagi dengan Eldwin yang sikapnya berbeda, dingin dan arogan. Dan sebuah kondisi memaksa mereka berdua untuk menikah. Apa yang sebenarnya terjadi di malam pernikahan itu? Akankah hubungan pernikahan mereka berjalan dengan harmonis, di tengah kesalahpahaman dan perbedaan usia mereka?
ดูเพิ่มเติมAnna tak mencegah saat Anggar pergi. Andai saja dirinya bisa memutar waktu, dia tidak akan mengizinkan Eldwin berangkat hari itu."Astagfirullah," ucap Anna. Mendadak dia menyesal telah mengatakan hal yang tak bersyukur seperti itu."Kalian, pergilah! aku ingin sendiri," pinta Anna."Aku tidak bisa meninggalkan, Ibu dalam keadaan seperti ini, biar aku temani di sini?""Tidak perlu!" tukas Anna.Begitu mendengar nada tegas dari wanita itu, Viona dan Fariz tak berani membantah perintah Anna.Begitu Fariz dan Viona Meninggalkan ruangannya, Anna melirik pada ponsel dia atas meja, lalu pada jam di tangannya. Ia ingin sekali menghubungi Eldwin. Namun, keinginan itu saat ini hanya harapan kosong. Pesawat itu menghilang dan ditemukan sudah hancur.'Apa takdirku memang harus menjanda seumur hidup?' batin Anna. Air mata kembali berlinang membasahi wajahnya.Dia teringat kejadian tadi pagi sebelum Eldwin pergi. Saat dirinya begitu berat melepaskan keberangkatan Eldwin hari itu, dan fira
Di sepanjang perjalanan pulang, Anna terus saja senyum-senyum sendiri yang tak dimengerti Anggar. Pemuda itu melihat aneh sikap Anna usai kembali dari puskesmas. Seharusnya jika Anna sakit, dia tak sebahagia itu. Dia juga terus saja mengusap-usap perutnya. Mungkin lapar, itulah yang dipikirkan Anggar.”Cepat jalannya, Pak!” pinta Anggar pada sopir di sampingnya.”Siap, Mas,” jawab sopir.Mobil melaju lebih cepat. Tapi, bagi Anna yang tengah melamun, hanyut dalam pikirannya sendiri dia tidak merasakan itu.Anna sedang memikirkan dan membayangkan saat dirinya dan Eldwin duduk di taman dalam keadaan perut membesar. Eldwin mengusap perutnya dengan lembut dan tersenyum bahagia. Sesekali memberiku kecupan di sana.”Mbak, sudah sampai,” tegur Anggar seketika membuyarkan lamunan Anna.Anna beranjak turun dan keluar dari mobil dengan wajah merona. Meninggalkan Anggar yang masih menatapnya heran.Hari itu raut wajah Anna terlihat semringah. Tapi, juga tetap tegas dan galak saat be
Malam hari akhirnya mereka tiba di rumah. Keadaan di rumah sudah sepi, hanya Bi Rum yang masih terjaga menjaga pintu dan Anggar yang duduk di sofa menonton televisi."Kalian sudah pulang?" tanya Anggar. Menoleh sekilas pada Anna dan Eldwin saat mereka melewati ruang keluarga."Iya, Ngga. Aku langsung ke kamar ya? Dan kau Jangan tidur malam-malam!" Anna mengingatkan.Begitu Anna dan Eldwin sudah tak terlihat di anak tangga, Anggar langsung mematikan televisi dan pergi ke kamarnya.••Esok harinya Eldwin bersiap untuk berangkat. Dia menghampiri Anna yang tengah merapikan tempat tidur, lalu menyodorkan sebuah amplop coklat padanya."Ini tak seberapa, Anna. Tapi, ini gaji pertamaku untukmu. Setelah nanti berhasil mendapatkan lisensi, mungkin penghasilannya akan lebih besar," ucap Eldwin.Anna menghentikan aktivitasnya. Memandang pada amplop di tangan Eldwin, lalu beralih menatap pada pemuda itu yang memberikan isyarat padanya untuk menerimanya.Dengan ragu-ragu Anna m
Eldwin mengejarnya dan membopong tubuh Anna yang berontak masuk ke dalam rumah. Siangnya ketika matahari mulai meninggi mereka berenang. Airnya dingin. Tapi, menyegarkan. Sinar matahari cukup memberikan kehangatannya.Melihat Anna hanya berenang sebentar kemudian terlihat sudah beristirahat dan duduk di tepi air, Eldwin menghampirinya."Kenapa? Sudah lelah?" Tanya Eldwin."Benar, hari ini rasanya mudah lelah sekali, mungkin karena semalam kurang beristirahat." Anna menjawabnya dengan suara lirih, seakan sedang menahan sesuatu."Kalau begitu kita sudahi saja."Melihat wajah Anna yang pucat. Eldwin bergegas melompat naik ke daratan. Kemudian membopong tubuh Anna dan membawanya masuk ke dalam rumah.Anna menolak ketika Eldwin ingin membaringkan tubuhnya di sofa, sementara dia masih merasa tubuhnya lengket akibat air laut. Eldwin akhirnya membawanya ke kamar mandi. Mendudukkannya di bathub lalu menyiapkan air hangat untuknya."Aku akan mandi sendiri," kata Anna begitu Eldwin selesai meny
Anna kini yang dibuat tidak selera untuk makan karena memikirkan keinginan Eldwin. Meskipun hanya pura-pura. Tapi, perempuan yang akan mereka hadapi adalah Erika. Perempuan licik yang tidak mudah untuk dibohongi. Anna khawatir penyamarannya terbongkar oleh wanita itu. Selain memikirkan bagaimana
Anna tidak tahu apa yang sedang Eldwin pikirkan saat ini. Pemuda itu tampaknya masih berdiri di belakangnya. Aura dingin masih begitu terasa di ruangan itu. Anna merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya barusan. Eldwin memang atasannya bukan? Lalu di mana letak kesalahannya? “Berikan ponse
Sebenarnya Anna sudah ingin pulang usai membuatkan jus. Tapi, Bi Rum sedang pergi ke warung dan memintanya untuk tinggal sebentar, khawatir Eldwin kembali mencari dirinya. Anna bingung apa yang mesti dilakukan di rumah itu. Sebagai Anna, dia bisa melakukan apa pun karena sudah terbiasa. Namun, me
Eldwin sangat awam dengan bisnis restoran. Tapi, dengan kepintarannya dia mencari solusinya di internet. Dia harus mendapatkan investor, atau penggalangan dana. Benar-benar dana sangat dibutuhkan untuk bisnis itu. Dan untuk mencari investor dia tidak bisa melakukannya seorang diri. Dia kemudian meng






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม