Mutiara yang Tersia-siakan
Lemari buku, laci, hingga lemari pakaian, semuanya kosong.
Jantung Kayden berdegup kencang. Dia bergegas kembali ke kamar tidur dan membuka laci nakas Pearly.
Dulu, Kayden pernah dibuatkan sebuah album foto oleh Pearly. Setiap malam, sepulang kerja, Kayden selalu membukanya untuk dilihat kembali.
Dengan harapan terakhir, Kayden menarik laci itu. Namun, yang tersisa hanyalah selembar perjanjian perceraian, dan di bagian akhir tertulis tanda tangannya sendiri.