Tukang Pijat Tampan
Kakinya yang jenjang disilangkan, dan jemarinya lincah menari di atas layar ponsel, sesekali bibirnya tersenyum kecil seolah membaca sesuatu yang menggelitik hatinya.
Untuk sesaat, Adit hanya berdiri di ambang pintu, mengamati sosok wanita itu. Semalam, Renata tidur nyenyak setelah terlelap dalam pijatan tangan-tangannya. Kini, ada kelegaan di wajahnya, ada damai yang terasa lebih manusiawi ketimbang citra "tokoh dunia hitam" yang biasa ia tunjukkan.
Adit berdeham pelan. "Selamat Pagi Bu... e, ini saya pamit pulang."