Istri Tawanan Abdi Negara
"Kalian tahu kenapa Papa panggil saya?"
Di tengah hening dalam perjalanan, Tavisha menatap dua pria dari pantulan spion.
"Maaf, Nona. Kami tidak tahu."
Sampai akhirnya, mobil tersebut berhasil mengantarkannya ke kediaman Tandjung yang sangat megah bak istana negara. Bahkan dari gerbang menuju pintu utama saja, harus melewati halaman seluas satu hektar. Sungguhan, meski terlahir sebagai putri dari orang berpengaruh senusantara, Tavisha tetap tidak menyukainya. Sebab, itu menjadi alasan mengapa dirinya selalu jadi bulan-bulanan teman kampusnya. Sebagian mereka menganggap bahwa pemerintah hanya bisa menyakiti rakyat. Hidup bergelimang harta, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah kolo
Hot Chapters