Atasanku, Suami Keduaku
“Kamu tahu, waktu Abang di Morowali, yang paling Abang pikirkan setiap malam bukan cuma masalah tambang atau ancaman Eric. Tapi bayangan kamu di sini, lagi hamil besar di rumah besar sendirian, itu yang bikin Abang mikir gimana caranya biar bisa pulang cepat.”
“Dan Abang berhasil,” sahut Indah.
“Berkat kamu juga,” tegas Arsya.
“Pokoknya … nanti aku nggak mau rumah ini sepi. Setelah Alif nggak ada … rasa rindu kepengin menimang bayi itu lebih terasa dibanding sebelum punya anak dulu. Jadi, sejujurnya … meski ada rasa cemas menyerupai trauma melahirkan bayi, aku juga sebenarnya nggak sabar melahirkan anak kita.” Indah bicara sambil menunduk dan mempermainkan telapak tangan Arsya di genggamanny
Bab Populer