Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Peluklah aku Seperti Dulu

Peluklah aku Seperti Dulu

Dua tahun menjalani pernikahan yang penuh gejolak, Scarlett sangat ingin punya anak dan menyelesaikan tugasnya sebagai istri. Namun Tristan dengan dingin menolaknya dan berkata, “Scarlett, jangan pernah berpikir untuk mengandung anakku.” Karena marah, Scarlett menyiapkan surat cerai dengan harapan bisa mengakhiri semuanya. Tapi balasan yang ia terima justru adalah, “Aku akan pulang malam ini.”
1024.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
SI KEPALA BATU JATUH CINTA

SI KEPALA BATU JATUH CINTA

Riko adalah pria tampan dan kaya ... wibawa serta wajah yang rupawan membuat wanita manapun tak mampu menolaknya. Namun Riko belum pernah jatuh cinta. Hingga di usia yang sudah tak lagi muda ia masih memilih hidup sendiri. Riko tetap lah seperti laki-laki normal pada umumnya. Memiliki hasrat birahi yang sama. Itu semua dapat di salurkan dengan bermain-main di ranjang panas miliknya!! hingga ke hadiran Dara mengubah segala sudut pandangnya. Namun, rintangan mulai bermunculan. Dari sebuah ancaman pembuhan untuk Dara.... Karir Riko pun menjadi taruhannya.... Siapa otak di balik semua itu? Apa tujuannya? Ikuti terus kisahnya.!!
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku. Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu. Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan. Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku. Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang. Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia. Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia? Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin. Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri. Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku. Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Anak Rahasia Sang Kepala Mafia

Dario berbisik menyebut namanya 999 kali dalam tidurnya. Namun, tak pernah menyebut namaku. Lima tahun aku memberikan segalanya untuk Dario Mahardika, pewaris salah satu dinasti mafia terkuat di Aropa. Aku mengubah rumahnya menjadi rumah yang hangat, mengingat setiap detail cerobohnya yang terlewat, bahkan meninggalkan mimpiku menjadi seniman, dengan harapan bahwa suatu hari, dia akan memilihku. Namun, setiap kali Arisa muncul, kesetiaan Dario bergeser padanya. Malam itu, ketika kuah sop yang panas melukai lenganku, dia segera melindungi Arisa dari goresan yang nyaris tak meninggalkan bekas. Di depan umum, pandangannya tak pernah tertuju padaku, selalu mengarah kepada Arisa. Aku hanya istri di atas kertas, tetapi bukan dalam kenyataan. Jadi aku pergi. Hanya dengan sebuah koper, surat cerai yang dia tanda tangani tanpa sadar, dan sebuah rahasia yang tak pernah kuberi tahu padanya, yaitu aku sedang hamil tiga bulan. Saat dia sadar, semuanya sudah terlambat. Perceraian itu nyata. Berkas klinik itu nyata, dan ketika dia menyadarinya, aku sudah lenyap. Sekarang, pria yang dulu menguasai kota dengan dingin itu menghancurkan dunia untuk menemukanku. Dia punya tentara, uang, dan seribu permintaan maaf yang tak pernah dia ucapkan saat aku masih menjadi istrinya. Namun, aku bukan lagi wanita yang memohon kasih sayang. Aku seorang ibu. Seorang seniman. Seorang pejuang. Pertanyaannya bukan apakah Dario bisa menemukanku. Akan tetapi, apakah ketika dia berhasil, aku akan membiarkannya kembali ke kehidupan yang pernah dia hancurkan.
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

Pemuda itu dengan mudah mencengkeram pergelangan tanganku dan mengangkatnya ke atas kepalaku. Tangan lainnya bergerak lancang di pinggangku. Lalu menyusup masuk dari balik keliman baju, meremas kulit di baliknya dengan berani. "Bu Merry, aku mohon padamu." Suaranya penuh godaan, hampir menghancurkan akal sehatku. "Pak Harvey bertanggung jawab memberikan ilmu padaku. Jadi, apa Bu Merry bisa memberiku yang lain?" Tangannya akhirnya berhenti di dadaku yang penuh. Dengan putus asa, aku menyadari bahwa akibat perbuatannya, ASI-ku yang memancar deras telah membasahi jari-jarinya...
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah

Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah

Zhalika, seorang guru mengaji yang baru mengajar di sebuah masjid pinggiran kota, diberikan sebuah photo pria dari salah seorang jamaahnya, yang menginginkan ustadzah muda tersebut menjadi menantunya. Putranya yang bernama Sadewa. Seorang pria tampan tetapi acuh terhadap wanita, karena dia hanya fokus ingin membahagiakan keluarganya, terutama sang Ibu yang sudah menjanda. Pria yang baik dan patuh pada ibunya, yang tanpa sepengetahuan keluarganya ternyata Sadewa adalah pimpinan dari Geng Srigala Hitam. Masa lalunya yang keras dan kelam membawa takdirnya dalam dunia kekerasan. Apakah niat menjodohkan keduanya tersebut akan terwujud sesuai keinginan sang Ibu? Atau justru dunia yang saling bertolak belakang itu tidak dapat dipersatukan.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 805 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Ketika trauma masa lalu bertabrakan dengan obsesi cinta, Leah harus menyembuhkan Valesco tanpa membuatnya sadar. Dia terjebak dalam pernikahan yang penuh rahasia dan ketegangan, setiap sentuhan bisa menyembuhkan atau justru.... menghancurkan. “Kenapa kau tetap bertahan?” Tanya Valesco “Karena aku tahu, di balik kegelapanmu, ada bagian yang bisa kuselamatkan.”
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Rangga Wiratama, Kepala Desa Sukamukti, mendapati sesuatu yang tak masuk akal terjadi di rumahnya. Sebuah hajatan besar diselenggarakan atas namanya—tanpa seizin, tanpa perintah, dan tanpa penjelasan. Undangan tersebar ke seluruh warga desa dengan satu perintah mutlak: semua wajib hadir dan dilarang pulang sebelum diizinkan. Sejak hari pertama hajatan berlangsung, kejanggalan demi kejanggalan muncul. Musik gamelan yang seharusnya rusak kembali berbunyi. Dapur rumah terkunci dari dalam, menguar bau anyir yang tak wajar. Tamu-tamu berdatangan dengan wajah kosong, patuh tanpa bertanya. Beberapa orang yang hadir… tidak pernah terlihat lagi. Rangga berusaha mencari jawaban, namun setiap pintu informasi tertutup rapat. Para sesepuh desa justru menatapnya seolah ia bagian dari kesepakatan lama yang telah dilupakan. Perlahan, ia menyadari bahwa jabatannya sebagai kepala desa bukan sekadar posisi pemerintahan, melainkan peran penting dalam ritual turun-temurun yang mengikat seluruh desa. Hajatan itu ternyata adalah bagian dari janji leluhur—sebuah perjanjian kelam untuk menjaga keselamatan desa dengan harga nyawa manusia. Dan rumah kepala desa selalu menjadi pusatnya. Selalu. Di tengah teror yang semakin nyata, Rangga dihadapkan pada pilihan paling kejam: memutus ritual dan menghancurkan desanya, atau meneruskan hajatan dengan mengorbankan orang-orang yang ia lindungi. Namun semakin ia berusaha melawan, semakin jelas bahwa hajatan ini tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya menunggu untuk diulang, dengan kepala desa yang baru… atau korban yang berbeda. Sebab di Sukamukti, tradisi lebih berkuasa daripada kebenaran, dan undangan hajatan selalu menemukan jalannya sendiri.
336 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Cintai Aku, Seperti Aku Mencintaimu

Cintai Aku, Seperti Aku Mencintaimu

21++ Warning! Bijaklah dalam membaca. Terdapat adegan erotis yang sedikit vulgar didalamnya. --- Cinta... Menurut Gwen itu adalah hal yang paling bulshit yang pernah dia ketahui, karna pada dasarnya pria adalah manusia hidung belang yang tidak akan puas hanya dengan satu wanita. Gwen suka menjelajahi dunia malam, membuat pria bertekuk lutut di hadapannya, dan membuat mereka tergila-gila di bawah kakinya. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan Max, pria yang dengan sifat keras kepala bagaikan batu, tak pernah lelah mendekati dirinya dan membuat hidupnya benar-benar berubah. Max menawarkan cinta, tapi Gwen masih meragukan itu. Apakah Gwen akan menerima cinta itu? Ataukah Gwen akan pergi dari kehidupan max?
1060.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Masa Lalu yang Meluruh Seperti Salju

Di kehidupan sebelumnya, Maya Asraf menikah dengan seorang "suami tak kasat mata". Di hari dia bersalin, Maya mengalami perdarahan hebat hingga koma. Namun, panggilan teleponnya ke Howard Bandri tak pernah diangkat. Setelah dokter menyadarkannya, dengan tangan gemetar dia menandatangani sendiri surat persetujuan operasi. Saat anak-anaknya demam tinggi hingga 40 derajat, Howard tetap tidak menampakkan batang hidungnya. Maya pun menggendong anaknya sendirian ke rumah sakit. Penjagaan selama tiga hari tiga malam, membuatnya sangat letih hingga jatuh pingsan di lorong. Di hari orang tuanya meninggal karena kecelakaan, Howard masih tidak ada. Ketika dia membawa pulang kotak abu kedua orang tuanya, pamannya langsung menamparnya dan mencaci-maki dirinya yang tidak becus menjaga hati suami. Akibatnya, orang tuanya meninggal dengan tidak tenang karena menantu mereka tidak hadir di saat terakhir. Hingga pada usia lima puluh delapan tahun, kanker stadium akhir merenggut sisa hidupnya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kepala pusing seperti melayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status