Cinta Yang Salah
"Kamu malu. Mas, malu pada siapa? Malu, mengakui kesalahan kamu sendiri. Aku gak terima, Mas. Kalau kamu menikah dengan orang lain," ucapku dengan dada yang sesak.
Mas Arkan menarik napas dalam-dalam, seraya memejamkan mata. "Intan, mengertilah, dengan keadaan Mas saat ini! Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dibandingkan, Mas,"