SUCI TAK PERAWAN
Dia segera melompat turun dari meja.
Aku makin ingin menggodanya.
"Ayolah, gak ada orang ini." Aku merengek padanya.
"Nggak mau, aku mau pulang." Cean berlari meninggalkanku.
Aku mengejarnya, mensejajarkan langkah dengannya, lalu meraih pergelangan tangannya.
"Oke, ayo pulang. Kita lakukan di tempat yang nyaman," ucapku sambil menggamit pinggangnya.