Zurvive
, Sahut ku.
Satu jam lebih kami menunggu, dan tidak ada satu pun teman kami datang, kami juga khawatir terjadi sesuatu dengan mereka. Tak ingin membuang waktu lagi, kami bertiga pun menyiapkan semua nya, dan memasukkan ke motor yang ku bawa bersama Arul. Arul bagian menyetir, sedangkan aku dan Fiki berusaha menjaga agar zombi tidak mendekati kendaraan kami. Piring-piring, gelas-gelas kaca, apapun benda keras yang bisa di lempar untuk membunuh mereka sudah kami siapkan, dan pisau kami simpan untuk melindungi diri nanti nya. Dan juga pistol pemberian pak warto.
Hot Chapters