KISAH CINTA YANG TERNODA
“Pelan-pelan aja, Mas. Agak nyeri di bagian bawah.”
“Iya, Sayang.”
Lalu keduanya hanyut dalam gelora asmara yang halal. Bagaimana pun cara Fiona dulu, memuaskan Dirham, namun yang halal tetap jauh lebih nikmat dan menggelora. Keduanya saling berbalas, saling memberi, sebab Kumala juga sama inginnnya seperti suaminya. Pakaian mereka yang teronggok di lantai marmer putih itu, menjadi saksi bagaimana keduanya saling memuaskan dan mengurai rindu begitu hebatnya.