Istri yang Terbuang
“Aku merasa lega ketika bertemu Mami Erni, nyatanya hanya sehari aku bisa merasa lega. Hari-hari berikutnya, bahkan sampai hari ini, hanya kepedihan yang terus aku dapatkan.”
Nirmala kembali memutar tubuhnya, melihat wajah Firman sejenak. Lalu, kembali ia menunduk.
“Sayangnya lagi, aku bertemu denganmu. Sayangnya lagi juga, orang lain sudah memilikimu. Apa Mas tidak merasa berdosa menduakan istrimu, Mas?”
“Nirmala, Aku tidak pernah menduakan Amira.” Firman merasa selama menikah, ia tak pernah sedikit pun menghianati sang istri. Tak pernah sekali pun, ia menjalin hubungan dengan seorang wanita.