Setelah Kamu Pilih Dia
Lina Astrianimalam semakin dingindada terasa dinginlirik di malam yang dingin dan gelap sepidiujung malam menuju pagi yang dingin
Tapi kini, suara yang dulu ia pendam dalam tangis, justru menemukan gema di hati banyak orang.
Siang itu, Dinda duduk di sebuah kafe kecil di bilangan Cikini, menunggu seorang editor dari platform digital yang tertarik menerbitkan kisah hidupnya dalam bentuk buku. Buku.
Tangannya masih sedikit gemetar saat menggenggam gelas kopi. Di depannya, Rayhan sedang membaca berkas persetujuan kerja sama. Mata laki-laki itu serius, tapi bibirnya sesekali tersenyum kecil. Bangga.