Belenggu Asmara Tukang Kebun
“Nanti juga Dokter Friska akan terbiasa, bahkan dengan kondisi-kondisi yang lebih genting seperti tadi. Saya salut, untuk jam terbang yang masih sedikit, Dokter Friska sudah bisa menangani pasien kritis dengan baik.”
“Kalau begitu, saya pamit, Dok. Selamat malam.”
“Selamat malam.”
Pukul delapan malam lebih lima belas menit, Dokter Friska pamit pulang setelah beberapa perawat dan petugas administrasi sudah terlebih dahulu meninggalkan klinik. Sebetulnya klinik tutup sampai jam tujuh malam, dan Farhan akan selalu menjadi orang terakhir yang meninggalkan klinik. Untuk sebuah klinik yang berada di tengah desa, tidak banyak pasien yang datang di malam hari. Itulah kenapa Farhan tidak membuka klin