Susahnya Jadi Mas Joko
Ia ingin mengulang dialog yang pernah terjadi antara kami pada sesi lamaran kerja, dulu, ketika pertama kali kami bertemu.
“Iya, Bu, itu memang nama saya,” sahutku pula sambil menahan geli.
“Cuma empat huruf, irit banget,” kata Angel lagi.
“Bukan empat, Bu, tapi dua puluh lima huruf.”
“Joko aja, kan? Itu empat huruf, Ko,” protes Angel, persis sama dengan caranya dulu ketika mewawancari aku.
“Dua puluh lima, Bu. Yang benar Joko AJA. AJA-nya itu singkatan.”
Hot Chapters