KSATRIA TIGA JAMAN
Saat itu hari sudah sore, langit senja yang berwarna jingga bercampur biru ungu menghiasi suasana sore itu.
Di tengah halaman Resi Ajiraga berhenti sejenak lalu menundukan kepala merapalkan sesuatu dari bibirnya. Tangannya bergerak ke depan, dari tangannya memancar cahaya yang sangat terang. Cahaya itu tadinya hanya sebesar piring kecil, tak lama kemudian cahayanya berubah semakin besar dan lebar. Setelah itu Resi Ajiraga berkata pada mereka
“Silahkan masuk ke dalam , ini adalah jalur yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, kalian masuklah nanti kalian dapat melihat bagaimana kehidupan orang-orang Aria itu di masa lalu.”