Terjebak Dendam dan Gairah
Jauh di dalam hati, ada alasan lain yang tak pernah kuucapkan pada siapa pun.
Aku masih bisa mengingat jelas suasana rumah itu, halaman teduh, pohon jambu yang menaungi taman samping, dan di bawah pohon itulah aku sering melihatnya. Gadis berseragam putih abu-abu, duduk bersila di bangku taman, tenggelam dalam dunia buku. Rambutnya dikepang dua, wajahnya teduh, tapi sorot matanya menyimpan ketegasan yang tak bisa kupahami.
“Udahlah, jangan pedulikan gadis itu.” Bobby pernah berkata sambil terkekeh. “Riri itu aneh. Kerjaannya cuma baca. Kamu nggak bakal nyambung kalau ngobrol.”
Hot Chapters