Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Sekedar Pengganti

Bukan Sekedar Pengganti

ucap Trixi terlihat ragu dan tidak yakin untuk menceritakan pada Ashera. "Maksudmu tidak biasa?" Ashera tidak paham. "Shera, pada umumnya cafe akan menjadi tempat nongkrong orang-orang untuk sekedar minum kopi dan yang lainnya sembari berbincang dengan teman-temannya, tapi cafe ini menyediakan minunam yang berbeda, bahkan ada plus-plusnya," ucap Trixi. "Trixi, katakan dengan jelas! Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kamu katakan."
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?” Sambil terus mengeluh, Ben melihat dekorasi dari kafe yang mereka masuki. Warna jingga dan cokelat menghiasi dinding, lengkap dengan gambar aneka menu minuman serta makanan penutup. Figur kelinci yang tampaknya merupakan maskot kafe ini berdiri tegap di dekat meja kasir. Tubuhnya dibalut apron layaknya seorang pelayan. Semua bagian itu membuat kafe ini terasa sangat feminin dan sedikit kekanak-kanakan.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak CEO : Hamil Sebelum Bercerai!

Istri Kontrak CEO : Hamil Sebelum Bercerai!

Bian duduk di salah satu kursi cafe milik Stella dan memperhatikan sekitarnya. Cafe ini memiliki interior yang cukup segar dengan nuansa anak muda dan tidak begitu mencolok. Cream dan putih adalah warna dasarnya sehingga membuat semuanya terlihat begitu alami ditambah lagi ada beberapa tanaman hidup di dalamnya dan lukisan-lukisan serta coretan tembok yang sepertinya dibuat oleh sosok yang iseng.
9.926.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 779 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Merelakan Suami Bersama Mantan Kekasihnya

Merelakan Suami Bersama Mantan Kekasihnya

Dengan mengepalkan tinju di bangkit. Mira memutuskan untuk keluar rumah dan mengunjungi cafe kecilnya di tengah keramaian kota Jakarta. Sebuah Cafe yang ia khususkan untuk anak muda dengan mengusung tema anak zaman sekarang. Mira membangun cafe itu dengan modal sendiri dan meskipun sudah ramai, ia tetap tak merubah apa pun yang ada di Cafenya. Mira tetap menawarkan harga yang bisa di jangkau oleh semua kalangan, ia tak pernah mematok harga tinggi untuk semua menunya.
10112.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai komik cafe
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Pai Jah
setiap x saya mau membaca sebuah cerita, akan saya pastikan kalo setiap bab memiliki judul, semenarik apa pun sebuah cerita tanpa judul di part partnya , akan terasa malas sebelum membacanya, untuk author tolong di terima saran dn masukan saya, terimakasih.
FitrianiYuriKwon
Hoh ayolah Mira. jangan mau bodoh, kamu udah nemanin dia dari nol. Tapi sekali sukses dia malah balikan sama mantannya. Apalagi kalau mertua dah ikut campur, susah tuh di perbaiki... Aku berharap Mira pergi meninggalkan Alan, dan di pertemukan dengan lelaki baik nantinya.
Baca Semua Ulasan
Serigala Betina yang Membenci Para Alpha.

Serigala Betina yang Membenci Para Alpha.

Juga, ada berbagai toko yang diterangi dengan lampu warna-warni yang menjual berbagai macam barang, mulai dari makanan hingga pakaian dan pernak-pernik. Namun, sesuatu menarik perhatian Sera. Sebuah kedai kopi kecil bernama Café Místico, tempat yang tampak nyaman dan lucu dengan fasad biru tua dengan bintang-bintang emas. Sera duduk di kursi berlengan biru yang nyaman dan untuk pertama kalinya memegang sebuah menu. Ia menunjuk secangkir cappuccino sederhana dan membayar sejumlah uang yang ia tidak tahu apakah itu harga yang wajar atau tidak. Uang yang disimpan orang tua itu ternyata berguna.
727 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
I Can See You

I Can See You

Mereka melangkah dengan senyum merekah sembari tertawa sesekali karena candaan satu sama lain, di sepanjang trotoar menuju sebuah kafe. Itu kafe khusus yang menyediakan segala jenis makanan manis. Seperti cake, parfait, permen kapas, es krim, dan masih banyak jenis lainnya di sana. Letaknya sekitar lima belas meter dari tempat Rigel dan Sia tengah berjalan saat ini.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Twins D

Twins D

) memasuki sebuah cafe yang sangat khas dengan nuansa Doraemon, dari dinding yang bercat biru, bercorak Doraemon, pintu, kursi, meja, hampir semua benda di cafe itu berwarna biru dan putih. Mereka memilih duduk di meja paling pojok yang terbuka menghadap ke luar dengan pemandangan aneka pepohonan kerdil yang sangat lucu. Taman di cafe itu didesain khas Jepang. Tanpa AC, yang ada hanya angin semilir yang menerbangkan helai-helai rambut nakal cewek-cewek yang memilih duduk dipinggiran. Tak lama pelayan datang menanyakan pesanan mereka. Dengan cepat mereka menyebutkan pesanan masing-masing karena memang sudah merencanakannya sebelum datang ke cafe.
9.934.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 864 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Bagiku cukup merasa terpuruk dan merana satu kali, tak perlu merasakannya berkali-kali dengan orang yang sama maupun yang berbeda. Pukul 19.30 Wita, aku sudah berdiri di depan salah satu cafe di daerah Samarinda. Suasana hangat menyambutku ketika menginjakkan kaki pada anak tangga cafe yang di dominasi warna coklat. Seorang pemuda berumur sekitar dua puluhan terlihat sedang berusaha menghibur pengunjung dengan stand up comedy. Dari kejauhan aku bisa mendengar ia sedang membahas masa kecilnya dan beberapa pengunjung tertawa terbahak-bahak.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Hide kembali mengeluh saat melihat keadaan cafe yang cukup ramai. “Jika tahu seperti ini, aku akan memintamu untuk mengosongkan kafe ini.” Hide memandang sekitar dengan tidak nyaman. Kafe yang mereka masuki, adalah kafe yang bertema maid. Ini berarti akan ada pelayan dengan dandanan ala maid lolita—rok mengembang pendek berwarna-warni dengan dada ketat—yang mondar-mandir melayani pengunjung sambil berkedip genit. Ada juga yang sudah duduk di atas pangkuan pengunjung—baik pria maupun wanita.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai komik cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status