Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
“Dua kerajaan? Iya sih... tapi kepala aku udah mau mogok diplomasi, nih. Ini juga antingnya gede banget. Kalau aku nengok dikit, bisa nyenggol orang, tahu!”
“Gusti Rara jangan banyak menengok, nanti yang tersenggol bisa jatuh cinta,” celetuk Kenanga.
“Kenanga!” protes Nawang dengan wajah merah, membuat semua orang di ruangan kembali tertawa.
Dan di tengah tawa itu, tampak jelas satu hal. Meski hidup di bawah panji Mataram, darah Majapahit dalam diri Nawang masih menyala. Terlihat dari caranya berjalan, berbicara, bahkan dalam warna merah kainnya yang berkilau. Warna yang dulu hanya dikenakan para permaisuri kerajaan timur.