Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Hei. Kamu kenapa?”
Gadis kecil itu menoleh. Matanya merah, tapi kering. Tangisnya sudah lewat fase air mata.
“Aku lagi sedih, Tante,” jawabnya lirih.
“Sedih kenapa?” Anindya mencondongkan badan sedikit. “Sini cerita sama Tante. Kata orang, kalau sedih dibagi, beratnya bisa berkurang.”
Entahlah. Kalimat ini untuk anak kecil itu, atau untuk dirinya sendiri.