Pengantin Dadakan
“Sempat kamu bercanda, ya, kamu tahu nggak aku tu nangisin kamu berberapa hari belakangan ini.”
“Haaah, apaaaah? Kamu nangisin aku, uugghh co cweeet,” katanya sok imut. Eh, kenapa aku harus ngakun itu yak? Nyesel.
“Ya udah iya, aku nangis, aku, kan, manusia juga, Bang?”
“Akhirnya es batu luluh juga, tapi nggak enaknya dia luluh setelah denger kabar aku hampir mati, mengsad.”
Hot Chapters