GAIRAH MASA LAJANG
ujar ku menjelaskan, Satpam penjaga pintu gerbang perusahaan itu seakan tak percaya dengan yang aku ucapkan, ia tak segera menjawab dan memberi jalan untuk ku masuk, justru cara Satpam itu memperhatikan aku dari ujung kaki hingga ujung kepala seperti mencurigai, kalau-kalau aku hanya mengaku-ngaku keponakan dari pemilik perusahaan karet itu.
“Bagaimana Pak? Apakah Om ku itu ada di kantor saat ini?” sambung ku.
“Aku nggak pernah melihatmu sebelumnya, aku curiga kamu hanya pengemis yang mengaku-ngaku sebagai keponakan pemilik perusahaan ini karena melihat penampilanmu yang kurang menyakinkan tak ubahnya seperti pengemis atau orang yang meminta-minta sumbangan!” ujar ketus Satpam itu, karena me