Saat Aku Pergi, Kerajaannya Runtuh
Tiga tahun lalu, adik laki-laki suamiku hadang peluru untuknya. Karena itu, Gavin Kalil bawa janda saudaranya, Eliza Marzani, ke dalam rumah kita. Sementara aku cuma “Istri” secara status saja. Dalam segala hal, aku harus ngalah demi Eliza.
Suatu kali, Eliza pura-pura iris pergelangan tangannya sendiri. Dia tuduh aku sebagai penyebabnya. Gavin langsung cekik leherku. Niat membunuh menyala di matanya.
“Pergi. Keluarga Kalil nggak butuh wanita licik dan kejam seperti kamu.”
Dia berikan yayasan keluarganya ke Eliza sebagai “penebusan.” Padahal itu seharusnya milikku. Kali ini, aku nggak berkata apa-apa.
Waktu dia sedang tanda tangani setumpuk kontrak bisnis, aku selipkan surat perceraian di antaranya. Beberapa hari kemudian, dia sadar aku nggak pulang.
Gavin pun cari aku di seluruh Kota Cellini. Namun, dia nggak pernah temukan aku. Saat itulah dia lihat surat putusan perceraian itu. Akhirnya dia ngerti. Aku telah pergi untuk selamanya.
Hari itu, raja kota Cellini yang nggak tersentuh … hancur berkeping-keping.