KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Di dinding gua, bayangan besar berbentuk sayap merak mulai terbentuk, memanjang menutupi seluruh ruangan.
Namun, para penyusup itu tidak mundur. Mereka malah tersenyum sinis, dan dari tubuh mereka mulai memancarkan hawa dingin yang berbau busuk—bukan energi manusia biasa, melainkan kekuatan gelap yang kotor dan menindas. Pemimpin mereka melangkah maju, mengangkat pedangnya yang berkilau dengan lapisan kabut hitam.
“Segel ini akan memastikan tidak ada yang bisa mendengar teriakan kalian. Sekarang… serahkan batu itu dan nyawamu, agar kematianmu tidak terlalu menyakitkan.”