Kanjeng Ratu Minta Mantu
Maafku itu mahal!
Mengabaikan Ammar yang masih berusaha merayu, aku pun meraih piring kentang goreng di hadapanku, dan memakannya dengan gigitan cepat, demi menyalurkan kekesalanku.
Aku emang gini, kok. Apapun kondisinya, pasti makanan yang jadi pelampiasan. Soalnya, marah itu juga butuh tenaga kawan!
Lalu, entah pada suapan kesekian. Saat aku baru saja mengigit ujung kentang gorengku, Ammar tiba-tiba menarik wajahku menghadapnya, dan ....
Hot Chapters