Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dengan berjalan kaki sekitar tiga menit mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Alif memilih meja yang salah satu sisinya terdapat sofa panjang sementara sisi lainnya berjajar beberapa kursi kayu minimalis. Beberapa meja di sudut kafe bagian belakang memang sengaja diletakkan tanpa jarak, khusus bagi tamu rombongan. Arash menarik salah satu kursi kayu lantas mempersilakan Kinara duduk. Ia lalu ikut duduk persis di sebelah gadis itu.
10260.4K viewsCompletedAdded to Library 9.4K Times as kursi cafe
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Aku akan mengambil apa yang menjadi milikku. Elea mengganguk takzim. Lalu melangkah masuk ke dalam halte cafe. *** Di depan meja, Elea dan Yuya duduk saling berhadapan. Kavin sendiri berdiri di tengah-tengah mereka berdua. Seluruh tirai dalam cafe telah diturunkan. Menyisakan sebuah cahaya dari kandel lilin. "Jadi, bagaimana caranya?" tanya Elea penasaran.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as kursi cafe
Read
+Library
Priaku di Kursi Roda

Priaku di Kursi Roda

Terlebih pada pria yang duduk di kursi roda, aku sangat membencinya. "Ngapain? Lo pikir gue datang kemari buat ngabisin malam pertama bareng lo? Ck, gak usah berharap banyak. Inget ini cuman pernikahan kontrak." Tanganku terkepal kuat mendengar penuturan pria kursi roda itu. Dasar orang kaya! Memangnya aku tak punya hati apa? Memang benar orang yang banyak hartanya pasti takpunya hati.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as kursi cafe
Read
+Library
KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

Di cafe Top city, yaitu cafe yang terkenal dengan makanan enak, namun sangat murah meriah dan suasananya yang klasik dengan hiasan kayu bambu dan tanaman rambat plastik yang sangat indah. furqon dan Pangeran duduk menunggu pesanan mereka. “Pangeran, kamu harus secepatnya kembali ke Sinaboi Raya” Perintah furqon sambil menatap tajam pada pangeran.
107.3K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as kursi cafe
Read
+Library
Proyek Memikat Hati Suami

Proyek Memikat Hati Suami

Bahkan, tak banyak kursi atau meja yang biasanya aku lihat di bagian rooftop sebuah kafe. Hanya ada sebuah meja yang di hiasi dengan dua buah kursi serta makanan dan minuman yang sudah terhidang di atasnya. Aku menatap takjub pada apa yang aku lihat. Suasana atas kafe yang begitu indah, dihiasi dengan kerlap-kerlip nyala lampu kecil-kecil yang menghiasi disekeliling rooftop. Aku sungguh tak menyangka sedikitpun jika Arga menyiapkan sebuah kejutan manis itu untukku.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 288 Times as kursi cafe
Read
+Library
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

“Di samping kantor ada kantin, di depan ada restoran, di dekat resto ada cafe. Sekitar sepuluh meter dari kantor juga ada warung. Pak Dzaka kalau lapar tinggal datang ke salah satunya. Pergilah cari makan. Nanti kelaparan di sini, ribet.” Dzaka sontak berkacak pinggang, kemudian me-maju mundurkan kursi sang istri. Kirana yang kaget refleks berpegangan pada tangan Dzaka yang jahil. Ia takut jatuh, terlebih kakinya masih posisi bersila. “Mas, ih. Jangan digituin. Kursiku rusak nanti.” “Tinggal diganti. Dana perusahaan nggak akan habis cuma buat ganti kursi doang,” ujar Dzaka dengan santainya.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as kursi cafe
Read
+Library
Pura-pura jadi istri Tuan Muda

Pura-pura jadi istri Tuan Muda

"Gak ada mau nyari aja, bolehkan?" "Eh, i-iya, gak apa," jawabku. Dan beginilah kami, duduk di depan sebuah cafe bertema Paris yang menghidangkan minuman susu coklat yang lezat. Ada meja mini dengan dua kursi, ornamen dinding hingga pagar dihias bunga bertema ungu dan pink, sedang terali pagar dan pintu terbuat dari besi yang berbentuk artistis, aku mengagumi tempat yang baru pertama kali kudatangai ini meski berkali-kali hanya mampu menatapnya dari jauh, karena tempatnya memang khusus pelanggan premium.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as kursi cafe
Read
+Library
Unconditional Love for Riski

Unconditional Love for Riski

Mereka pun pergi ke sebuah cafe untuk makan siang bersama. Cafe yang mereka tuju, tak jauh dari rumah sakit. Mereka pun tiba di tempat parkir cafe dalam hitungan menit. Cinta, Riski, Alex, James, Kenzo dan Bi Minah turun dari mobil. Saat mereka sudah berada di depan pintu cafe, para pelayan memberikan senyum manis dan mengantarkan mereka ke kursi yang kosong. "Permisi, Tuan dan Nyonya mau pesan apa?" tanya pelayan cafe dengan begitu ramah.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as kursi cafe
Show Reviews (28)
Read
+Library
Silver Eyes
Ini ide ceritanya refreshing banget. Bukan seperti cerita yang populer pada umumnya. Sebagai gantinya, pembaca bakal dapetin cerita lain yang manis dan unik. Asik buat dibaca. Penyampaian runut, narasi dan dialog proporsional. Dikemas dengan bahasa ringan hingga mudah dibaca tanpa kening berkerut.
Rusmiko157
Siapa gadis yg nolongin Rizki? Hm ... penasaran jadinya. Eh, tapi ... aku suka dengan apa yg dikatakan Adam. Kayaknya dia tipe2 kakak yang baik deh. Semoga saja dia beneran baik dan bisa melindungi Rizki. Baru sampai chapter 1, lanjuuut😘😘
Read All Reviews
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Warna coklat yang dominan, hitam dan kuning, terasa kental menyapu funitur, tembok, dan langit-langit serta lantai. Millia duduk di kursi anyaman rotan, dengan bantalan bermotif floral. Sementara Jeni duduk di kursi sofa yang memanjang untuk beberapa meja. Mata mereka berkeliling memperhatikan ruangan kafe yang cukup luas dan agak penuh. Sisi depan kafe terbuat dari kaca seluruhnya, sehingga cahaya matahari menerangi seluruh isi ruangan.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as kursi cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status