Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kehangatan Nyonya Presdir

Kehangatan Nyonya Presdir

Kadang hanya Shiren dan Nicholas berdua, tapi lebih sering mengajak anak-anak. "Wow! Lihat, kursi ini bahkan ada nama kita!" pekik Aland saat hendak duduk di kursi yang biasa dia tempati. Bernard dan Cleve pun memeriksa kursi mereka masing-masing dan menemukan nama mereka terukir di belakangnya. "Restoran ini sangat bagus! Mereka sampai ingat pelanggannya dengan baik. Ayah dan Ibu harus memberikan banyak tip untuk para pegawai di sini," ucap Aland mutlak.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Kami memasuki resto yang dipadati oleh ramai pengunjung. Rata-rata pengunjung di sini tampak dari kalangan kantoran dan pebisnis. Mereka menduduki kursi-kursi dengan meja berbentuk persegi maupun bulat.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

"Aku sudah kenyang, Pa!" Tanpa rasa segan, wanita muda itu lalu menarik kursi di samping Adriano yang masih kosong. Sementara kursi kosong di samping Tabitha malah diabaikannya. Meja di restoran itu memang berbentuk bulat dengan enam buah kursi yang sudah ditempati oleh Adriano, Pak Suryadi, Bu Elsa, dan Tabitha. Hanya tersisa dua buah kursi kosong yang ada di antara Adriano dan Tabitha. “How are you, Adrian?” tanya wanita muda itu ke Adriano.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
My Obsessive Lecturer (ID)

My Obsessive Lecturer (ID)

“Ya, Sayang.” Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah restoran seafood yang berukuran kecil. Terdapat tulisan restoran “Marisquería La Cocina.” Di luar restoran tersebut hanya terdapat empat meja dengan masing-masing empat kursi di setiap mejanya. Kursi-kursi dan meja-meja itu terbuat dari plastik. Kursi-kursi tersebut diposisikan melingkar dan setiap tempat telah dipenuhi oleh orang-orang yang makan di tempat tersebut.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Seragamnya berwarna hitam putih dan berdasi kupu-kupu. Lili melihat ke sekeliling dan memandangi penampilan pelayan yang tampak formal itu. Landsace restoran begitu indah. Beberapa sudut di plafon atas dihiasi oleh ornamen tumbuhan rambat yang rindang. Kursi dan meja begitu antik, terbuat dari kayu-kayu berukiran mewah dan glossy. Di atas kursi keras itu terdapat selapis bantalan empuk yang merekat erat dengannya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga

Oke? Sekali lagi, Rani mengangguk. Kakak—beradik itu melangjah ke dalam restoran. Ada beberapa pengunjung duduk di kursi-kursi meja berbentuk bulat ada yang kotak untuk pengunjung berdua. Atau persegi ada di pojok ruangan, rerata ini ada sofa nyaman. Caca memilih tempat duduk dengan sofa. Mungkin Rani akan nyaman duduk di sana. Begitu pikirnya.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

“Di samping kantor ada kantin, di depan ada restoran, di dekat resto ada cafe. Sekitar sepuluh meter dari kantor juga ada warung. Pak Dzaka kalau lapar tinggal datang ke salah satunya. Pergilah cari makan. Nanti kelaparan di sini, ribet.” Dzaka sontak berkacak pinggang, kemudian me-maju mundurkan kursi sang istri. Kirana yang kaget refleks berpegangan pada tangan Dzaka yang jahil. Ia takut jatuh, terlebih kakinya masih posisi bersila. “Mas, ih. Jangan digituin. Kursiku rusak nanti.” “Tinggal diganti. Dana perusahaan nggak akan habis cuma buat ganti kursi doang,” ujar Dzaka dengan santainya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta Sang Pewaris

Jebakan Cinta Sang Pewaris

Kursi-kursinya dilapisi kain beludru hijau tua, serasi dengan dekorasi ruangan lainnya. "Semoga Anda menikmati waktu Anda di sini. Silakan beri tahu saya jika membutuhkan bantuan," ujar pelayan itu sebelum pergi meninggalkan mereka. Valerie melirik sekeliling, mengagumi suasana restoran, sementara Aldrich sudah tampak santai, menyandarkan punggungnya di kursi dan melonggarkan dasinya sedikit. "Tempat yang bagus, bukan?" komentar Aldrich, sambil tersenyum kecil melihat Valerie yang masih sibuk memperhatikan detail ruangan.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Telat Nikah

Telat Nikah

Nanti saja disambung lagi di tempat yang tak terlihat oleh siapa pun. Orang-orang di belakang tak kalah berisik, berkasak kusuk jail menggoda kami. Kalau aku tidak melipir lebih dulu masuk resto, mungkin mereka akan terus cia cie cia cie. Dalam resto terbagi menjadi beberapa ruang. Ada meja-meja panjang dengan banyak kursi saling berhadap-hadapan khusus untuk jamuan pernikahan. Di ruang berbeda lagi terdapat deretan meja bundar khusus untuk tamu biasa dengan jumlah kursi lebih sedikit.
9.826.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 956 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status