Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Ketika Suami Tak Lagi Peduli

jawab Maura. Tak berselang lama, Pak Yanuar dan para staf sudah tiba di restoran. Kami pun duduk melingkari tiga buah meja panjang yang digabung menjadi satu. Para wanita berkumpul di sebelah kanan, sedangkan para pria di sebelah kiri. Meskipun begitu, posisiku berhadapan langsung dengan Mas Reindra karena ia sengaja memilih kursi tersebut.
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Pesona Bos Galak

Pesona Bos Galak

Resta menyeret kaki menuju rak yang letaknya paling ujung lalu mengambil dua piring dan sendok. "Di sini aku meletakkan peralatan makan. Nggak banyak, seperlunya aja. Ini kulkas." Resta menunjuk kulkas yang berdiri di dekat rak. Lalu beralih menunjuk pintu kecil di seberangnya. "Itu kamar mandi. Sebelum kamu protes, selain kursi kerja aku nggak punya kursi lain. Hanya ada karpet itu buat duduk. Jadi, nggak keberatan kan kalau kamu makan lesehan? Atau kamu mau makan di luar? Di sana ada kursi dan—" "Nggak perlu, di sini aja." Dengan cepat Gyan mengambil alih piring yang Resta bawa, lalu beranjak duduk melantai di karpet. "Ayo, sini duduk."
1074.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Restorannya … mewah. Meja kayu tebal dengan finishing glossy. Kursi empuk dengan sandaran tinggi. Mesin kasir modern. Tanaman hias tertata rapi di sudut-sudut ruangan. Bahkan di dinding tergantung beberapa lukisan yang jelas-jelas bukan lukisan murah. Aku mengusap dada, mencoba menerima kenyataan ini. “Astaga … restoran ini ... apa nggak salahl?”
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Semua sibuk akan kesenangannya masing-masing. Ada gerbong yang berfungsi selayaknya sebuah bar, dan tempat makan. Di sinilah Kael dan rekan-rekannya berada, tempat restoran mini; Gerbong-Resto. Bersama beberapa penumpang yang sama-sama menikmati hidangan. Mereka makan bersama di sudut kereta, sebuah meja dekat jendela kereta yang memiliki lima kursi. Serba warna hitam dan putih dengan lantai bermotif catur. Wangi jeruk.
1020.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai kursi restoran
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Kisah yang ia lontarkan, hingga menitikkan air mata pernah menerbitkan tawa senyum indahnya, terbukti bahwa dialah sosok yang mampu menampung segala keluh kesahnya. Roy memarkirkan mobilnya di tempat parkiran restoran sunshine. Mereka seksama turun dari mobil. Mengedarkan matanya pada literatur bentuk restoran yang berjiwa keharmonisan. Memasuki restorannya, pengunjung terpesona akan dekorasinya. Dengan diringi musik biola menjadi ketenteraman hati tersendiri tak terkecuali bagi pasangan yang sedang bercinta sehari. Mereka duduk di kursi yang sama nomor 17. Lilin berkibaran di atas meja. Bunga bertebaran melintasi lingkaran mejanya. Kursi sudah memenuhi persyaratan mereka untuk duduk. Ya. Di
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Sangat kontras dengan kursi plastik di ruang makan rumahku. Aku duduk dengan canggung, berusaha menjaga sikap sebaik mungkin. Ruangan kerja Riel ini besar dan mewah, tapi tidak terkesan pamer. Semua perabotannya terbuat dari kayu berukir halus dengan detail yang memukau.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

jelas Dirga. Lion segera duduk di samping dirga nah jadi posisi duduknya ini gini bos Revan-yosma-zilla-feljun-aksa-mikes-Dina-dirga-Lion-Aloe Nah posisinya lingkarin sebuah meja gitu. Aloe merasa salting saat Lion tak sengaja menatap nya, saat ia mulai mengutarakan maksud mereka.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Istri Barbar Direktur Sad Boy

Istri Barbar Direktur Sad Boy

“Pak, ini pilihan furnitur dari hasil diskusi kemarin. Kami pilih yang tone-nya selaras dengan konsep rustic minimalis, sesuai request istri Bapak.” Ardian terkekeh. “Istri saya memang cerewet banget soal detail. Tapi dia benar, resto ini harus punya kesan yang beda.” Sambil membuka katalog, pikirannya melayang. Ia bisa membayangkan Alda berdiri di balik kasir atau menyambut pelanggan dengan senyum khasnya. “Meja makan sudah dipesan, Pak,” ujar teknisi sambil menelusuri daftar progres. “Saat ini lagi dikirim dari pabrik.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Ketika memasuki ruang tengah, mata Ronal tertuju pada sebuah meja makan, yang di atasnya terdapat sebakul nasi dan beberapa piring yang berisi lauk, cangkir dan teko ditambah kobokan juga tersedia di sana. "Ayo duduk, Mas!" ucap Seruni sambil menarik sebuah kursi, sepertinya kursi itu berbahan kayu, bahan yang sama dengan meja makan yang berbentuk bundar. "Ayo, makan! Makannya yang banyak sekalian, nggak usah pakai malu-malu segala," kata Membah setelah mereka bertiga duduk mengelilingi meja tersebut. "Ya, Bah ... yaa ...! Terima kasih," jawab Ronal.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Resep Cinta Miri

Resep Cinta Miri

Kontras dengan wajah depan bangunan yang berwarna mencolok, bagian dalam restoran itu sederhana. Barisan meja panjang dan kotak berjejer rapi, dengan kursi-kursi kosong saling berhadapan. Ada bar kecil dari papan kayu di sudut lain. Di setiap meja makan terdapat botol kecap manis, saus tomat, dan sambal. “Sudah berapa lama restoran ini berjalan, Mas Bayu?” tanya Arman, sambil menyentuh permukaan meja.
10872 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kursi restoran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status