KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Mpu Suro memegang bayi itu dengan hati-hati, lalu mengangkatnya sedikit lebih tinggi agar terkena cahaya obor.
Tiba-tiba, napas pendeta tua itu terhenti. Matanya membulat lebar, seolah melihat sesuatu yang tidak mungkin ada.
Di dada bayi lelaki itu, terukir secara alami sebuah lambang yang indah namun penuh kekuatan: seekor merak dengan bulu yang terentang lebar, berwarna putih bersih seolah memancarkan cahaya sendiri. Lambang itu tidak dilukis atau dibuat manusia—ia tumbuh bersama kulit bayi, berdenyut samar seolah memiliki nyawa sendiri.