IBUKU PELAKOR
Aku juga sudah enggan untuk marah, karena tiada guna.
Keadaan tak bisa kembali lagi, meski aku memaki atau mungkin memukulnya. Sakit hatiku tetap saja akan sama, bahkan mungkin akan bertambah parah. Mencoba bersabar dan menerima kenyataan, namun bukan berarti pasrah. Bercerai adalah tindakan yang paling baik, yang bisa kulakukan saat ini. Paling tidak, aku harus menyelamatkan hatiku sendiri dulu, agar tak semakin merasa sakit.
"Um, Divya." Bang Dion membuyarkan lamunanku. Spontan aku kembali bersitatap dengan laki-laki berkacamata di hadapanku