TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA
"Andi! Dasar pecundang, kamu ngapain di sini?! Upacaranya mau mulai! Cepat ke tengah aula, nanti Lila marah!"
Nada bicaranya tinggi dan menghina.
Andi mengenal baik wanita itu sahabat Lila. Gadis dari keluarga terpandang. Ia tahu, dirinya tak bisa melawan.
Dengan pasrah, Andi menoleh pada Yoga dan berpamitan, lalu pergi menuju panggung utama.
Dari kejauhan, Berton masih menatap tajam ke arah mereka. Ia bertanya pelan pada Dikta: