Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

gumamnya dalam hati, setengah mencibir. ------ "Jadi Kiara pergi dari rumah?" bisik Ayu setelah bossnya itu pergi. "Sepertinya begitu. Aish! Pantas saja kemarin wajahnya lesu sekali. Pasti gara-gara wanita iblis itu," geram Nadia. "Wanita iblis? Siapa? Apa ada pelakor yang merebut pak Devan?" tanya Ayu penasaran. "Bukan cuma pelakor. Dia itu, sudah keturunan iblis iya, siluman juga iya. Nyebelin banget," gerutu Nadia.
8.715.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 424 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar

Gairah Semalam Dengan Kakak Ipar

jawab Malik dengan wajah cemberut. Chiko menepuk pundak Malik lagi dan menatap Malik yang masih cemberut. "Itu sudah takdir kalau kamu tidak menikah. Lagi pula Mimi tidak akan batalkan pernikahan hanya karena ucapan si Srya yang tidak tahu diri itu. Sudah tenang saja aku akan katakan ke Mimi. Tapi, ngomong-ngomong kalian lihat sepupunya Ocha ga? Dia sudah tidak terlihat apa dia berhenti?" tanya Chiko menatap Malik dan Darren.
107.7K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 161 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris

Kehidupan Kedua Istri Cantik Tuan Pewaris

Rasa dikhianati oleh Sarah mendadak membakar habis sisa harga diri dan akal sehatnya, berubah menjadi dendam yang pekat hingga ke ubun-ubun. “Mau bertemu Sarah dan menjambaknya sesuka hatimu?” Leila memprovokasi Gia yang menggigil di lantai. “Katakan di mana dia sekarang biar ditangkap. Setelah itu kamu boleh melakukan apapun padanya saat bertemu di penjara nanti.” Gia tertawa miris, “Dia bilang akan menungguku di ujung jalan tikus di dekat dermaga itu.”
9.719.0K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 665 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Show Reviews (19)
Leer
+Biblioteca
Diana Martini
1 hal yg tdk tergantikan n tdk q temukan di buku lainnya,, almi tdk pernah nulis (sedih, hrs nangis!) no-no, almi bawa itu semua penderitaan dgn gerak gerik, visualisasi keadaan skitar, kalimat deep, diksi yg indah yg q pun banyak belajar ooo bhs indo trnyata ada kata secantik ini,,,, goooodjooob 🤏
Ika Sulistyowati
buku yang cantik dengan cerita yang begitu menengangkan namun juga ada cinta di dalam nya .... Tetap semangat Almy membuat buku buku baru lain nya . terkesan dengan cintanya yang mampu menahan derita dan sakit hati saat dia di duakan di depan mata
Read All Reviews
ME AND YOU

ME AND YOU

tanya Miura Diametri yang penasaran. “Satu minggu lagi, karena aku tidak ada wali. Jadi aku akan memintamu menjadi wali untuk proses ini itu,” jelas Leila yang membuat Miura Diametri mengerutka dahinya. “Serius, aku tidak salah dengar?” tanya Miura Diametri tetiba. “Tidak,” balas Leila dengan senyumannya. Saat Miura Diamentri akan berbicara, tetiba ponsel Leila berbunyi.
1035.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 1.3K veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

"Mulai dengan tiga puluh cambukan. Kalau dia masih belum mengaku, tambahkan lima puluh." "Baik." Selir Kartika segera memerintahkan Lyra diseret keluar untuk dieksekusi. Dia kemudian membawa kursi ke koridor dan mempersilakan Selir Yuna untuk duduk dan menonton. Selir Yuna yang menggenggam penghangat tangan dengan kedua tangannya, duduk di kursi dan bertanya kepada Lyra untuk terakhir kalinya, "Kau mau mengaku atau nggak?"
984.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 3.1K veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Tanya Cikha Setelah Selesai acara pelelangan, Cikha melihat dari jauh dimana Elard masih mengobrol dengan Tira serta Clea, Cikha hanya terdiam saja dan saat itu ia melihat Raut wajah Elard yang tampak tidak senang saat bicara dengan mereka berdua. “Aku sudah yakin pasti Elard tidak akan suka dengan Tira. Namun anehnya dia masih mengejar dia, Ahhhh Tira Tira kau sama sekali tidak menyerah meski sudah tahu Elard tidak akan menoleh kearahnya.” Ujar Cikha, lalu Cikha memakai Kacamatanya lagi dan ia pergi dari sana. Setelah itu Cikha bergegas ke Perusahaan Elard, dan saat itu Ia berjalan kearah Meja Asisten Elard. Asisten Elard hanya menatap kearah Cikha yang tersenyum kepadanya. Asisten Elard me
105.1K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 116 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

Pesan dari Pak Amar sudah Iklil jawab, sekarang Iklil akan pergi ke masjid untuk melaksanakan solat tahajud bersama Kyai Kholil dan santri lainnya. Di ruangan yang cukup megah itu, para santri putra dan putri disatukan dalam satu ruangan, namun terhalang oleh hijab. Semuanya sibuk melakukan kegiatan masing-masing, ada yang membaca qur'an, murojaah kitab kuning, bergurau dengan sesama teman, dan ada pula yang melanjutkan mimpinya. Di sela-sela kesibukan mereka, kyai Kholil datang bersama Iklil. Selain Rois, Iklil juga menjadi khodamnya kyai Kholil. Semua santri bersiap-siap, menertibkan tempatnya, memberikan jalan bagi sang Kyai yang harus mereka ta'dzimi. Sudah menjadi adat bagi para santri
103.5K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 139 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Kekhilafan Satu Malam

Kekhilafan Satu Malam

Alis Chelsi mengernyit melihat beberapa amunisi yang di pegang oleh tiga wanita ber-rok span sepaha di hadapannya itu. Ketiga mereka ada yang memegang botol tinta, bedak tabur sebotol, juga lipstik. Ketiga wanita yang tampak jauh lebih tua di hadapannya itu, kompak menyeringai jahat, memandang Chelsi rendah. Chelsi mundur perlahan dengan alis yang makin mengernyit, mau apa mereka? "Halo, anak baru ...." Chelsi berbalik ke belakang ketika mendengar Revi memanggilnya dengan nada manis, dan ....
1020.9K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 690 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Skandal Satu Malam

Skandal Satu Malam

Elan mempersilakan Ella untuk duduk. Ella tak menggubris apa yang Elan katakan. Wanita itu melangkah mendekat sambil berkata, “Tujuanku ke sini hanya karena ingin menanyakan tentang terbongkarnya skandal Christian dan Claudia. Aku memang membenci mereka bahkan sangat membenci, tapi aku tidak berniat untuk membongkar perselingkuhan mereka di hadapan media.”
10239.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 9.3K veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Leila berjalan mendekat, langkahnya santai namun matanya waspada menatap Shangkara. “Hawa panas tanpa api yang bisa membuat orang sesak napas,” gumam Leila. “Lalu seorang istri yang bisa melumpuhkan petarung jalanan dengan satu sikut. Dan pengawal yang siap membunuh atas satu perintah.” Leila berhenti tepat di depan Shangkara. “Kalian jelas bukan pedagang. Dan melihat reaksi kalian pada Karim tadi … kalian juga jelas bukan teman Sultan.”
1013.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 396 veces como malam terakhir leila salikha chudori
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10

Preguntas frecuentes

Judul 'Malam Terakhir' langsung menyentuh sesuatu yang dalam—seperti lampu redup yang tiba-tiba menyorot ruang-ruang kenangan yang selama ini kita biarkan berkabut. Waktu membaca, aku merasa Leila menata kata-kata dengan ketenangan yang bukan hanya soal penutupan cerita, melainkan tentang bagaimana kita menutup babak hidup yang penuh berlumuran sejarah, patah hati, dan penyangkalan. Malam terakhir di sini terasa bukan hanya sebagai garis waktu terakhir sebelum pagi, tapi sebagai momen sakral untuk menghadapi kebenaran kecil dan besar yang selama ini disimpan rapat-rapat.

Gaya narasi yang kadang puitis, kadang lugas membuat pembaca diajak merasakan hal yang lebih luas daripada sekadar alur. Untukku, makna 'malam terakhir' adalah ajakan untuk berani berdamai dengan masa lalu—baik yang bersifat personal maupun kolektif. Ada sensasi melihat kembali kenangan keluarga, luka generasi, atau ingatan politik yang menempel di tubuh orang-orang sekitar kita, lalu menyadari bahwa menutupnya bukan berarti melupakan. Penutupan di sini terasa seperti ritual: memberi nama pada apa yang kita rasakan, meratap bila perlu, lalu perlahan melepaskan supaya ruang hidup baru bisa masuk.

Pembaca akan merasakan empati yang mendalam terhadap tokoh-tokoh yang menghadapi konsekuensi dari keputusan mereka sendiri atau keputusan zaman. Efeknya bukan sekadar sedih; lebih ke refleksi—kenapa kita memilih untuk bungkam, bagaimana kebisuan itu diwariskan, dan apa artinya untuk akhirnya bicara. Bagi yang tumbuh di latar sejarah yang penuh konflik, 'malam terakhir' bisa jadi cermin yang menyesakkan sekaligus melegakan: menyesakkan karena mengingat luka lama, melegakan karena memberi izin untuk mengakui luka itu ada. Buku ini juga mengingatkan pembaca bahwa penutupan emosional seringkali berproses panjang dan tak selalu rapi—ada ambiguitas yang harus diterima.

Di sisi lain, ada unsur harapan halus yang bersembunyi di antara kalimat-kalimatnya. Malam yang terakhir bukan akhir mutlak; ia lebih seperti jeda supaya hari baru bisa dimulai dengan kesadaran yang berbeda. Untukku, membaca membuat aku lebih peka terhadap cerita-cerita yang selama ini tersembunyi di sekitar keluarga dan lingkungan—cerita yang butuh pendengaran penuh dan keberanian untuk diakui. Pada akhirnya, makna 'Malam Terakhir' bagi pembaca adalah undangan: untuk menengok ke dalam, menimbang, lalu memutuskan apakah kita akan meneruskan kebisuan atau memilih bicara, menyembuhkan, dan melangkah pelan-pelan ke pagi yang baru. Aku akhiri dengan rasa hangat sekaligus berat di dada—sebuah perasaan yang menurutku memang sengaja ditinggalkan oleh Leila agar kita tidak cepat lupa.

ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status