Nadira
Bima dengan semangat mengebrak meja, di sampingnya, Lea mengangguk bodoh dan mengeluarkan buku kecil yang selalu dia bawa ke manapun, dengan berbinar mencatat hari kejadian.
"Kalian kenapa?" Nadira bertanya bingung melihat ekspresi teman-temannya, berkali-kali dia mengerjab dan berpikir, apa yang salah?
"Anjir, lu masih nanya kita-kita kenapa?" tanya Erlan dengan ekspresi tak habis pikir, dia bahkan mengabaikan Ridho yang telah siap menerkamnya saat itu juga.
Nadira hanya mengangguk polos sebagai jawaban.
Bab Populer