Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Chandra

Chandra

Mereka mengabaikan keramaian taman dan tetap fokus. Chandra bahkan tidak peduli pada pandangan para gadis yang menatapnya. Ia tidak peduli bahwa yang mengajarinya kini adalah anak berumur 15 tahun. Yang ada dipikirannya hanyalah cara mengalahkan Aksa.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Pria itu mengabaikan diri sendiri demi kebahagiaan wanitanya. BRAK!!! Baru saja Bibi Fatima menyeduhkan air panas ke dalam gelas yang berisi sekantung teh chamomile, suara yang terdengar seperti hempasan benda keras membuyarkan fokus wanita tua itu. Satu hal yang muncul di dalam pikirannya saat ini adalah Omar. Bibi Halima segera berlari menuju sumber suara, dan dengan ekspresi histeris dia menjerit ...
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai leila chudori
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Baca Semua Ulasan
Elena

Elena

kata Bu Yuri. Ketika dia lihat nama pemanggil di hape nya , ekspresi wajahnya berubah dari senang jadi penuh curiga. " Lho, siapa ini yang menelpon? Bu Yuri penuh tanya. "Handi?" Ia berusaha mengingat sesaat nama itu. Tak berapa lama , akhirnya ia ingat, siapa Handi. " Yah, aku ingat Handi, teman Elena dari Bandung itu. Dia seorang duda muda, teman sekantornya. Lebih baik aku angkat telponnya sekarang." Ucap Bu Yuri.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

“Kau sudah paham kan sekarang?” “Ya,” sahutku. “Lalu—bagaimana dengan Aleea? Bisakah kau menceritakan sedikit tentangnya?” “Hmm—“ Velian tampak berpikir sejenak. “Aleea itu—sebenarnya pintar. Dia pandai sekali dalam membuat taktik penyerangan. Hanya saja—ia berhati lembut dan tidak tega an. Di antara kami bertiga, dia lah satu-satunya orang yang paling bersih dalam menjalankan misi. Bersih dalam arti—tangannya tak ternoda darah sedikitpun. Di bandingkan membunuh ia lebih suka membius lawan dan untuk masalah membunuh, biasanya ia serahkan padaku atau Zealda.”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Nadira

Nadira

Bima dengan semangat mengebrak meja, di sampingnya, Lea mengangguk bodoh dan mengeluarkan buku kecil yang selalu dia bawa ke manapun, dengan berbinar mencatat hari kejadian. "Kalian kenapa?" Nadira bertanya bingung melihat ekspresi teman-temannya, berkali-kali dia mengerjab dan berpikir, apa yang salah? "Anjir, lu masih nanya kita-kita kenapa?" tanya Erlan dengan ekspresi tak habis pikir, dia bahkan mengabaikan Ridho yang telah siap menerkamnya saat itu juga. Nadira hanya mengangguk polos sebagai jawaban.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Handa memberanikan diri. "Sama dengan milikmu." Satria menatap Handa, berusaha mengetahui arah pembicaraan Handa. "Sayang, tadi dibuang Budhe." "Budhe?" Satria segera tahu orang yang dimaksud Handa adalah Lisa, mamanya. "Mama Han." "Mas, ada banyak anak yang ingin sekolah atau kuliah tapi terkendala biaya." Handa tampak malu dan ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Artemis Hunter

Artemis Hunter

“Aku baik-baik saja.” “Tidak tenang karena hari ini ada aku menemani kalian berburu?” “Ayolah kalian berdua, berhenti saling menggoda,” protes Lilia. “Aku mulai berpikir kalau kalian dilahirkan sebagai manusia biasa dan kebetulan bertemu dalam satu sekolah, aku akan menghitung perlu berapa hari bagi kalian untuk menghabiskan malam bersama.”
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Kiara

Kiara

Disha, saudara perempuan Kiara yang berusia delapan tahun mengeluh, lengannya disilangkan. "Yah, bu bukan dia, jadi pergilah!" “Aku benci bermain di luar! Itu kotor dan kotor.” Disha bersikeras, sekarang berjalan ke keledai jantan tempat dia duduk di samping Kiara. "Apakah kamu suka bermain di luar ketika kamu masih muda?" Disha mengangkat mata cokelatnya penasaran ke Kiara.
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

Kata kyai Kholil keluar dari ruang mengaji. "Itu tadi Iklil, meminta izin pulang. Kata dia uminya sedang sakit keras, kanker jantungnya kambuh. Jadi, dia pulang. Umi izinkan, boleh kan, Abah?" Ucap nyai Fatimah persis yang dikatakan Iklil tadi.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Dia berteriak di depan Arrani sambil masih menyilangkan kedua tangannya yang pendek di depan dada. Aku akhirnya sampai di depan rombongan dan bisa melihat semua orang dengan jelas dari jarak sedekat ini. Ternyata satu gadis yang berada di belakang Arrani tadi adalah Tania. Jadi hanya dua orang saja, yaa perempuannya? Dan, aku tidak tahu kenapa Sae mengajak Tania. “Namaku Cetta,” koreksiku cepat pada Ahmad yang sekarang tampak merengut tidak suka.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status