Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Chandra

Chandra

Mereka mengabaikan keramaian taman dan tetap fokus. Chandra bahkan tidak peduli pada pandangan para gadis yang menatapnya. Ia tidak peduli bahwa yang mengajarinya kini adalah anak berumur 15 tahun. Yang ada dipikirannya hanyalah cara mengalahkan Aksa.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Pria itu mengabaikan diri sendiri demi kebahagiaan wanitanya. BRAK!!! Baru saja Bibi Fatima menyeduhkan air panas ke dalam gelas yang berisi sekantung teh chamomile, suara yang terdengar seperti hempasan benda keras membuyarkan fokus wanita tua itu. Satu hal yang muncul di dalam pikirannya saat ini adalah Omar. Bibi Halima segera berlari menuju sumber suara, dan dengan ekspresi histeris dia menjerit ...
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai leila chudori
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Semoga saja Sabrina dan 2 pasang orangtuanya (kandung dan angkat) mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya pada Fatma. Keren othornya bisa menjadikan cerita ini hidup dan seolah betulan sebagai kisah nyata. Eeh atau memang best on true story ya?
Fitria Sulaeman
Thor, km berhasil memporak-porandakan seluruh hatiku. Hatiku serasa perih dan tercabik², karena tiadanya Omar. Aku merasakan apa yg Fatma rasakan. Ditinggalkan oleh org yg kita cintai, mmng sgt menyakitkan. Krn rindu yg paling brt itu, merindukan seseorang yg sdh pergi meninggalkan dunia untk slmnya
Baca Semua Ulasan
Elena

Elena

kata Bu Yuri. Ketika dia lihat nama pemanggil di hape nya , ekspresi wajahnya berubah dari senang jadi penuh curiga. " Lho, siapa ini yang menelpon? Bu Yuri penuh tanya. "Handi?" Ia berusaha mengingat sesaat nama itu. Tak berapa lama , akhirnya ia ingat, siapa Handi. " Yah, aku ingat Handi, teman Elena dari Bandung itu. Dia seorang duda muda, teman sekantornya. Lebih baik aku angkat telponnya sekarang." Ucap Bu Yuri.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

“Kau sudah paham kan sekarang?” “Ya,” sahutku. “Lalu—bagaimana dengan Aleea? Bisakah kau menceritakan sedikit tentangnya?” “Hmm—“ Velian tampak berpikir sejenak. “Aleea itu—sebenarnya pintar. Dia pandai sekali dalam membuat taktik penyerangan. Hanya saja—ia berhati lembut dan tidak tega an. Di antara kami bertiga, dia lah satu-satunya orang yang paling bersih dalam menjalankan misi. Bersih dalam arti—tangannya tak ternoda darah sedikitpun. Di bandingkan membunuh ia lebih suka membius lawan dan untuk masalah membunuh, biasanya ia serahkan padaku atau Zealda.”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Nadira

Nadira

Bima dengan semangat mengebrak meja, di sampingnya, Lea mengangguk bodoh dan mengeluarkan buku kecil yang selalu dia bawa ke manapun, dengan berbinar mencatat hari kejadian. "Kalian kenapa?" Nadira bertanya bingung melihat ekspresi teman-temannya, berkali-kali dia mengerjab dan berpikir, apa yang salah? "Anjir, lu masih nanya kita-kita kenapa?" tanya Erlan dengan ekspresi tak habis pikir, dia bahkan mengabaikan Ridho yang telah siap menerkamnya saat itu juga. Nadira hanya mengangguk polos sebagai jawaban.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Bu Najwa melambaikan tangannya pada Handa. Handa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Logika Handa berkata bahwa Bu Najwa sedang menunjukkan bahwa dialah sang pemenang yang berhasil mendapatkan cinta Pak Alim. Dia berusaha untuk tidak berprasangka buruk terhadap dosennya tersebut, anggap saja Bu Najwa adalah seorang yang sangat beruntung hidupnya, selain lahir di keluarga kaya, mempunyai fisik sempurna, dan kecerdasan di atas rata-rata tetapi tetap rendah hati dan tidak sombong, sehingga tetap menyapa mahasiswanya yang merupakan kaum pedestrian yang sehat dan tetap semangat. Di mata Handa, Bu Najwa telah memonopoli segala kenikmatan dunia.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Artemis Hunter

Artemis Hunter

“Aku baik-baik saja.” “Tidak tenang karena hari ini ada aku menemani kalian berburu?” “Ayolah kalian berdua, berhenti saling menggoda,” protes Lilia. “Aku mulai berpikir kalau kalian dilahirkan sebagai manusia biasa dan kebetulan bertemu dalam satu sekolah, aku akan menghitung perlu berapa hari bagi kalian untuk menghabiskan malam bersama.”
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Kiara

Kiara

Disha, saudara perempuan Kiara yang berusia delapan tahun mengeluh, lengannya disilangkan. "Yah, bu bukan dia, jadi pergilah!" “Aku benci bermain di luar! Itu kotor dan kotor.” Disha bersikeras, sekarang berjalan ke keledai jantan tempat dia duduk di samping Kiara. "Apakah kamu suka bermain di luar ketika kamu masih muda?" Disha mengangkat mata cokelatnya penasaran ke Kiara.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

Pesan dari Pak Amar sudah Iklil jawab, sekarang Iklil akan pergi ke masjid untuk melaksanakan solat tahajud bersama Kyai Kholil dan santri lainnya. Di ruangan yang cukup megah itu, para santri putra dan putri disatukan dalam satu ruangan, namun terhalang oleh hijab. Semuanya sibuk melakukan kegiatan masing-masing, ada yang membaca qur'an, murojaah kitab kuning, bergurau dengan sesama teman, dan ada pula yang melanjutkan mimpinya. Di sela-sela kesibukan mereka, kyai Kholil datang bersama Iklil. Selain Rois, Iklil juga menjadi khodamnya kyai Kholil. Semua santri bersiap-siap, menertibkan tempatnya, memberikan jalan bagi sang Kyai yang harus mereka ta'dzimi. Sudah menjadi adat bagi para santri
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Dia berteriak di depan Arrani sambil masih menyilangkan kedua tangannya yang pendek di depan dada. Aku akhirnya sampai di depan rombongan dan bisa melihat semua orang dengan jelas dari jarak sedekat ini. Ternyata satu gadis yang berada di belakang Arrani tadi adalah Tania. Jadi hanya dua orang saja, yaa perempuannya? Dan, aku tidak tahu kenapa Sae mengajak Tania. “Namaku Cetta,” koreksiku cepat pada Ahmad yang sekarang tampak merengut tidak suka.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai leila chudori
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status