CEO AROGAN MENGEMIS CINTAKU
Itu adalah suara lelah, bukan karena pekerjaan, melainkan karena pergeseran halus yang telah ia rasakan selama beberapa hari ini, Ia menatap ke luar jendela sebentar, pada cakrawala gedung pencakar langit Jakarta yang dingin.
"Liat nanti aja ya, sayang," jawabnya, suaranya sedikit serak. Ia tidak menoleh ke arah Gea palsu saat ia berbicara, fokusnya ada pada bayangan refleksi dirinya di kaca. "Kalau aku nggak sibuk, kita pergi.”
“Akhir-akhir ini aku malas untuk kemana-mana, mungkin kamu paham soal itu.” ucap Jonathan lagi.
Sikat na Kabanata