Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

“Eh, Mas Andi, aku penasaran deh, Mbak Laila tuh sukanya apa ya? Soalnya tiap hari kayaknya sibuk banget, tapi selalu tenang. Dia nggak pernah kelihatan stres gitu?” Andi tersenyum kecil dan menjawab, “Laila itu memang unik, Toni. Dia suka ketenangan, mungkin karena sering meditasi. Katanya, setiap minggu dia pasti menyempatkan diri ke taman, duduk sendirian sambil membaca buku. Mungkin itu caranya menjaga kedamaian hati.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Hantaran Diminta Kembali

Hantaran Diminta Kembali

Hantaran Diminta Kembali Lila duduk di kursi malas itu dengan wajah masam. Ia merasa jenuh. Seharian kesibukannya hanya menonton televisi, scrool medsos sampai ia membuat semua akun medsos yang dulu tak pernah disentuhnya. Karena ia tak punya ponsel yang cukup canggih untuk mempunyai akun media sosial sebanyak itu.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 644 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya, Suamiku

Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya, Suamiku

“Kau… tidak sedang bermaksud melarangku untuk ikut bersamamu, kan?” Melarang? Yang benar saja. Justru Lillian merasa senang jika Noam selalu ingin berada di sisinya. “Mana mungkin aku melarangmu. Aku cuma takut kau lelah.” Lillian terkekeh, kembali memeluk Noam. Noam mendekap Lillian erat, lalu mengecup puncak kepalanya lembut. “I’m fine, Honey. Tenagaku tidak akan pernah habis saat bersamamu.”
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Gelora Berbahaya sang CEO

Gelora Berbahaya sang CEO

Ia hanya… lelah. Lelah menjadi bahan gosip. Lelah diseret ke konflik yang tak pernah ia minta. Lelah harus selalu kuat di hadapan orang-orang yang merasa berhak mengatur hidupnya. Mobil yang disewa Lilyan melaju perlahan meninggalkan kota. Gedung-gedung tinggi, jalanan ramai, dan kenangan pahit itu perlahan tertinggal. Lilyan menyandarkan kepala ke kaca jendela, memejamkan mata, membiarkan pikirannya kosong.
1021.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Tertutup oleh senyum miring dan kalimat asal-asalan, namun ada sesuatu yang tertahan dalam napasnya. “Aku hanya lelah, Lex…” suara Lila akhirnya terdengar, lirih dan nyaris tenggelam. “Lelah menjadi seseorang yang selalu mudah disingkirkan,” Lex mengangkat bahu. “Yeah, welcome to the club,” selorohnya. “Bahkan sejak lahir sepertinya dunia telah memutuskan untuk tidak memedulikanku. Tapi kau tidak melihatku menyayat nadi, bukan?”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

Sorot matanya nampak bercerita betapa lelahnya ia menghadapi drama dalam kehidupan sahabatnya, Lyla Anyelir. "Apa kau sungguh tidak akan mencegah Jaden?" Aku menarik selimutku, menutupi puncak kepala. Bukan enggan tapi lebih tepat dikatakan menyerah. Benar. Aku menyerah untuk mengejar Jaden yang telah berbeda. Aku lelah menjadi perempuan yang terus berlari mencari titik bahagia. Toh Jaden telah membuang semua kata-kata omong kosongnya dalam beberapa waktu belakangan ini. Melupakan semua kenangan manis yang telah meluluhkanku; sejujurnya.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Begitu mata mereka bertemu, keduanya terdiam, hanya bisa mendengar napas masing-masing. Tatapan Jazlan seakan-akan ingin menembus jauh ke dalam jiwanya. "Istriku." Suara itu rendah, penuh kegembiraan yang tak bisa ditahan. "Jangan sembarangan panggil. Aku belum jadi istrimu." Lillia sengaja memakai nada galak. "Aku nggak peduli, di hatiku kamu sudah jadi istriku." Jazlan tersenyum puas. "Istriku, istriku, istriku."
9.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67.1K kali sebagai lelah menjadi lillah
Tampilkan Ulasan (198)
Baca
+Pustaka
kopilatte
ijin promo ya kak author. mampir yuk kak ke kopilatte yang judulnya Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris. Seorang residen yang di nikahi oleh dokter konsulennya. Mengubah kisah seorang anak yatim menjadi nyonya besar istri calon pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. makasi kak.
Es merah delima
Ijin tanya dong teman2 pembaca novel ini yang uda beres baca.. ada adegan dewasa nya ga novel ini? Biar ga abis2in koin aku. Soalnya permasalahannya ga gitu berat. Uda jadi pasutri tp malu2 kan bingung aku
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Penuh Luka

Pernikahan Penuh Luka

Aku tidak ingin tahu lebih jauh. Yang aku tahu hanyalah... aku lelah. Lelah menjadi alasan pertengkaran. Lelah menjadi titik yang selalu disalahkan. Lelah mendengar namaku disebut dalam nada yang membuatku merasa rendah. Namun sebelum pikiranku semakin melayang jauh, ponselku tiba-tiba berdering.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

"Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Bu Lastri tertawa kecil, memainkan rambutnya dengan gaya yang tidak sesuai dengan usianya. “Bagus, Bu! Followers Ibu pasti suka. Coba sekarang kasih caption dramatis yang bikin orang kepo.” “Misalnya… ‘Aku butuh lelaki sejati di hidupku’?” Bu Lastri tertawa genit. Andin mengacungkan jempol. “Pas banget! Udah, langsung posting aja.” Hendra menghela napas berat. “Astaga, pagi-pagi kalian sudah sibuk dengan ini lagi?”
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status