Wonderstruck
Jangankan mengobrol dan saling ledek, bertukar sapa pun tidak.
“Aku nggak nyangka, kalian ternyata lucu,” aku membuat pengakuan. Levi berlari kecil untuk menyusulku dan Yuma. Aku menangkap pandangan bertanya dari beberapa cewek yang juga menonton tim basket latihan. Beberapa di antaranya bergabung dengan tim pemandu sorak kampus. Sejak tadi aku berpura-pura tidak menyadari jika banyak mata yang memerhatikan.
“Kami nggak cuma lucu. Tapi juga manis dan menggemaskan,” balas Levi penuh percaya diri. “Kami ini bisa dibilang produk langka. Stoknya terbatas, Nef.”