REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Mata biru kelamnya menatap jauh ke langit, seolah bisa menembus awan dan melihat sesuatu di luar dunia manusia.
“Apa kau bisa merasakannya, Elyon…?” gumam Lucan lirih, nyaris seperti doa.
“Aku tahu kalian sudah turun ke sini.”
Leo menatap tajam — ia tidak mengenali nama itu, tapi nada suara Lucan membuat bulu kuduknya berdiri.
Dan kemudian — ZZTTT!
Sebuah percikan cahaya biru muncul sekejap di tengkuk Lucan, menyala seperti simbol bercahaya sebelum padam kembali.